XIV. APA YANG HARUS KITA RESPONKAN SEKARANG?

Tuhan Yesus tidak memaksakan caraNya untuk diikuti oleh manusia Kita diajarkan dan diminta untuk menerima anugerahNya. Dia meminta kita membuka jalur-hati untuk berelasi dengan diriNya Ia mengharapkan 3 hal dari kita, yaitu :

1. Bertobat, berbalik dari perkara-perkara yang keliru. salah dan jahat terhadap Dia

2. Percaya, seluruhnya kepadaNya. Menyebut diriNya Tuhan bukan dibibir saja. tetapi beriman dan taat dalam jiwa dan roh kita seluruhnya.

3. Ikutlah Dia, sebagaimana murid-muridNya telah dipanggil olehNya. serta mengikuti Dia seterusnya.

Banyak “agama” hadir dari fenomena-kemanusiaan belaka, yang mengklaim tetapi tidak membuktikan, yang memberita tetapi tidak memberi, yang mencari tetapi tidak mendapati. Namun Yesus mengklaim dan membuktikan: memberita dan memberi nyawaNya. la menjanjikan “a seeking a finding”, mencari dan mendapati! Dan mendapatinya dalam kepastian dan berkelimpahan!

“Mintalah maka akan diberikan kepadamu:
carilah. maka kamu akan mendapat,
ketoklah. maka pintu akan dibukakan bagimu.
Karena setiap orang yang meminta, menerima,
dan setiap orang yang mencari, mendapat,
dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan
Bapa manakah diantara kamu, jika anaknya minta ikan daripadanya, akan memberikan ular kepada itu ganti ikan?
Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengliing?
Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepadaNya” (Lukas l l:9-13).

Saat-saat terakhir …. 2000 tahun yang lalu

Pada saat-saat terakhir ketika Yesus sedang bergumul meregang nyawaNya diatas kayu salib, Ia tetap produktif berbuat perkara-perkara yang terbesar bagi sejarah kemanusiaan Disaat-saat begitu krisis la tetap sempat menunjukkan bahwa Dialah juru-syafaat bagi manusia, dan Dia pulalah penebus dan penyelamat Anda dan saya. Betapa terharunya kita mendengar seruanNya sebagai juru-syafaat bagi orang-orang berdosa: “Bapa ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Lukas 23:34).

Dan betapa indahnya setiap kita diberi kepastian akan keselamatan kekal ketika berelasi dengan Dia. Kita selalu diingatkan kepada seorang penjahat yang disalibkan disamping Yesus, namun yang menyesali dosanya, lalu bertobat dan memohon kepada Dia:
“Yesus, ingatlah akan aku, apabila engkau datang sebagai raja”. Dan Yesus menjawabnya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku didalam Firdaus” (lihat Lukas 23:39-43).

Yang diminta adalah besok-besok (kelak ketika Yesus datang kedua kalinya), yang diperoleh adalah “hari ini juga”! Yang diminta adalah “ingatlah aku” (cukup dari kejauhan), yang diperoleh adalah relasi-kedekatan bersarna pribadi Yesus di Firdaus!
Kini Ia berjanji khusus untuk kita sekeluarga, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu” (Kisah 16:31).

Saat-saat terakhir ….. 60 tahun yang lalu

Ini adalah sebuah kisah nyata yang mengharukan, Ditengah-tengah Perang Dunia kedua. ada satu serdadu Amerika yang tertangkap dan dijeblosi dalam kamp penjara Jepang. Kemudian menyusul dijeblosi satu orang lagi kedalam cell penjara yang sama, ia ini orang Jepang yang tertangkap karena ketahuan menjadi mata-mata, Narapidana Jepang ini diperlakukan berbeda dengan si Amerika, Walau sama-sama diperlakukan seperti binatang. namun si Jepang telah disiksa, dicambuk, tidak diberi makanan. Jauh lebih parah dari si Amerika. Setiap hari, si Amerika ini membagi ransum makanannya kepada orang Jepang yang lebih malang ini, dan juga merawat dia sebisa-bisanya.

Suatu hari, orang Jepang ini didera dan disiksa habis-habisan. Badan dan mukanya hancur, sampai ia hampir meninggal. Waktu bertemu kembali dengan orang Amerika ini di cell penjara, kedua mereka ini tahu bahwa dia tidak akan bertahan sampai besok harinya. Orang Amerika ini merasa amat resah karena tidak bisa berbuat apapun lagi bagi temannya. Dia sudah membagikan apa yang dia punyai, walaupun dia juga dalam kesusahan. Tetapi ada satu yang tersisa. yang dia belum membagikannya kepada sahabatnya, …yaitu Tuhan Jesus! Segera dia berkata kepada orang Jepang ini, “You and I know that you will not survive another night, But I have something to tell you, if you believe in Jesus Christ as your Lord. He will meet you in heaven when you die”. (Kamu dan saya tahu bahwa kamu tak akan bertahan hingga malam berikutnya, Namun ada sesuatu yang mau saya utarakan. Jikalau kamu percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan-mu. maka Dia akan menjumpaimu di sorga ketika kamu meninggal). Dengan terputu -putus orang Jepang ini berusaha menjawab di dalam kesakitannya. “Kalau Yesus ini sedikitnya seperti kamu, saya tidak akan sabar untuk bertemu dengan Dia”…. .

Disalin dari buku :
Samawi Tada, Yesus Menyaksikan Yesus, Reach Catalog.

2 Tanggapan

  1. Kasian sekali orang Jepang itu, sudah didunia tersiksa, di akhirat disiksa lagi… Mana ada dalil yang menyatakan Tuhan itu Yesus… masak Injil yang ditulis oleh 25 Rasul bisa begitu banyak memiliki kekurangan…. Soal kekuranganya, silahkan saudara pelajari sendiri, sebelum sudara mati didalam kekafiran…

  2. […] HARUS KITA RESPONKAN SEKARANG Posted on 5 May 2010 by Triani Artikel bisa dilihat di sini This entry was posted in Kristen. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS […]

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: