XII. PERTANYAAN BESAR: KENAPA HARUS YESUS?

Ada banyak alasan kita merisauk~n hidup k.ita disini. Ada lebih banyak lagI alasan kita
menggelisahkan kematian kita. Namun sebenarnya ada cukup alasan kenapa kita merasa aman, terjamin, tepat dan dalam sukacita mengandalkan Yesus dalam hidup kita didunia dan diakhirat. …

Pertama, karena Yesus itu Baik dan Benar.

AjaranNya baik dan benar. Kasih dan kepedulianNya baik dan benar. KaryaNya baik dan benar, yang mengabsahkan setiap kata-kataNya!

Ia benar dalam seluruh kehidupanNya, serta diakui oleh semua kawan dan lawan’ Didalam sejarah manusia sepanjang zaman. hanya Yesus-lah yang adil. kudus dan benar. Kudusnva Yesus bukan sembarang suci, bersih atau saleh, namun KUDUS sepenuhnya secara faultless (tidak berbuat dosa), dan sinJess (tanpa dosa) yang dipisahkan secara khusus dari mahluk ciptaan lainnya.

Benarnya Yesus juga bukan pula benar biasa. la bukan hanya berkata seperti nabi-nabi lainnya, “Apa yang Kukatakan itu benar” , namun la juga berkata, “Akulah Kebenaran’ (Yohanes 14:6). Ia adalah Sang Benar, Realitas tertinggi, yang benar (right) dan yang betul (true) seutuhnya. (Mazmur 33:4).

Lihat artikel terkait :
KEBENARAN, di kebenaran-vt716.html#p1646

Yesus bertanya kepada musuh-musuhNya: “Siapakah diantara kalian yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa?” (Yohanes 8:46), dan tak ada yang menyanggahNya. Dan dengan cara yang otoritatif Yesus menyatakan diriNya sebagai Sang Benar, bukan hanya mengajarkan tentang kebenaran:

“Akulah pokok anggur yang benar” (Yohanes 15:1)
“Akulah jalan, kebenaran, dan hidup” (Yohanes 14:6)

Sesaat setelah Yesus menghembuskan nafas terakhirNya diatas kayu salib. kepala pasukan Romawi yang menyalibNya harus berbalik-hati dan berkata dengan pengungkapan dan pengakuan batiniah: “Sungguh. orang ini adalah orang benar” (Lukas 23:47).

Yesus mencetuskan makna moral dan etika yang paling tinggi. Sekaligus bertindak melakoninya. Ia penganjur dan pelaksana keluhuran dan kejujuran. Ia meluruskan poligami yang banyak diselewengkan dengan akal-akalan manusia. Ia tidak merakusi (mengambil) tetapi memberi. AjaranNya adalah memberi, memberi dalam kasih dan suka-cita. “Berilah, maka kamu akan diberi” (Lukas 6:38). Dan Ia sendiri memberikan nyawaNya untuk keselamatan kekal kita. Namun Ia juga memberikan damai-sejahtera yang berbeda jauh ketimbang yang dunia berikan:

“Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu” (Matius 11:28)

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu” (Yohanes 14:27).

Ia memberi pelajaran dan contoh-keteladanan yang lemah lembut, rendah hati dan penuh pengampunan. la berkala kepada Anda dan saya: “Belajarlah kepadaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati!” (Matius 11:29).

Artikel terkait : PIKULLAH KUK, MATIUS 11:28-30, di pikullah-kuk-matius-11-28-30-vt39.html#p93

Dan Ia mengampuni para pembunuhNya dalam sekarat kematianNya diatas kayu salib:
“Bapa ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Lukas 23:34).

Yesus sungguh menggenapi apa yang telah dikatakan Daud: “TUHAN itu baik dan benar” (Mazmur 25:8).

Lihat Artikel terkait : ALLAH ITU BAIK, di baik-kebaikan-vt1350.html#p4584

Kedua, Ia seperti pengakuanNya adalah Tuhan, dan tidak bisa lain dari Tuhan!

Kita tahu ada sebagian orang mengakui kebesaran kuasa Yesus didunia dan dialam akhirat. Namun entah kenapa pengakuan itu hanya berhenti sampai disitu saja, lalu dikaburkan atau dihambarkan seolah olah itu hal biasa saja. Padahal ada konsekwensi yang melekat atas pengakuan kuasaNya yang SUPERLATIF ini, yaitu Yesus harus dipercaya sebagai sosok yang berdaulat atas urusan manusia didunia maupun kelak diakhirat! KedaulatanNya aktif disepanjang waktu, hingga kelak diakhirat! Juga aktif disepenuh ruang, didunia, alam barzakh, disemesta-alam akhirat, disorga, manapun! (Matius 28:18; Filipi 2:9,10)

Dilain pihak, ada sebagian orang lain yang hanya mengakui Yesus sebagai Guru Besar yang teramat moralis, namun menolak mengakuiNya sebagai Tuhan atau Anak Allah yang dianggap sebagai diluar logika! Kepada orang-orang ini. maaf, kita bisa mengatakan bahwa mereka sendiri sungguh kurang paham apa artinya berlogika. Kenapa? Ya, bilamana benar bahwa Yesus hanya seorang moralis agung (atau sekedar nabi yang bersih) namun sampai mengklaim bahwa la adalah Tuhan dan Anak Allah, maka PASTILAH Yesus itu guru gadungan, alias sipembohong yang bejat, atau Dia seorang gila yang berbahaya! Maka pastilah Dia bukan guru moral dan etika yang terbesar!

Sekali saja Yesus mengaku diriNya Tuhan, maka hanya ada tiga kemungkinan bagi Dia.
Ia memang BENAR Tuhan, atau Ia BENAR penipu jahat, atau la BENAR gila tak waras.

Anda tidak punya pilihan lain. Anda dipersilahkan menyimak seluruh Kitab Injil, seluruh Kitab-kitab Allah dan catatan sejarah, dan sejelek-jeleknya Yesus di mata Anda, Anda tidak akan menemukan diri-Nya sebagai “si penipu” dan “si gila”. Jadi, betapapun enggan dan menakutkan Anda, Anda SEBENARNYA tak ada pilihan lain selain harus mengakui apa yang diakui sendiri oleh Yesus, yaitu BENAR Yesus itu Tuhan: “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat. sebab memang Akulah Guru dan Tuhan ” (Yohanes 13:13).

Sebagai Tuhan, mau tidak mau, hidup kita harus berurusan dengan Dia. Bahwa Anda menolak berurusan dengan Dia, itu tidak akan mengubah kebenaranNya sebagai Tuhan semesta-alam. Pada akhirnya kebenaran ayat-ayat inilah yang akan terjadi dalam penghakiman Nya diakhir zaman. Dan apa yang akan terjadi dihari kiamat itu, tergantung kepada bagaimana respon kita terhadapNya dalam kehidupan, sekarang ini!

• “KepadaKu telah diberikan segala kuasa disorga dan dibumi” (Matius 28: 18).
• “Dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada dilangit dan yang ada diatas bumi dan yang ada dibawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan” (Filip i2: 10,11).
• “Dia-lah (Tuhan Yesus) yang ditentukan Allah menjadi hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati” (Kisah 10:42).
• “Apabila Anak Manusia (Yesus} datang dalam kemuliaanNya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka la akan bersemayam diatas tahta kemuliaanNya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan dihadapanNya … Dan Ia akan berkata …. “Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah dalam api yang kekal” (Matius 25:31-32,41)
• “…. pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diriNya bersama-sama dengan malaikat-malaikatNya. dalam kuasaNya, didalam api yang menyala-nyala, dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus. Tuhan kita. Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya … ” (2 Tesalonika 107-9).

Marilah kita mencoba menjawab satu eprtanyaan secara penuh kejujuran kehati.

“Kenapakah Yesus yang begitu benar, kudus, kuasa, dan sempurna ajaibNya itu tidak mungkin TUHAN seperti yang di-klaimNya dan yang dibuktikanNya sendiri? Serta yang didukung oleh otoritas Ilahi, Nabi dan malaikat-malaikatNya? Bukti-bukti (bukan klaim) apakah yang ada pada kita-kita untuk menolak Yesus itu Tuhan?

Iman versus iman
Sesungguhnyalah, untuk mempercayai “Yesus bukan Tuhan”, diperlukan iman yang jauh-jauh lebih besar ketimbang mempercayai “Yesus benar Tuhan”!

Ketiga, Yesus Mahakasih, berkorban segalanya bagi kita.

Para ahli teologi dia bad pertengahan pernah menjajaki apa yang dinamakan “teoloqi keledai” (asinus-theology). Mereka mempertanyakan, “Dapatkah Tuhan menjelma menjadi keledai untuk melakukan misiNya? Atau menjelma menjadi sebuah batu?” Jawaban teologi-kilat cukup mengutip satu ayat, yaitu: tidak ada yang mustahil bagi Allah! (Lukas 1:37, Kejadian 18:14)

Namun tentu teologi semacam ini akan ditolak, karena lebih merupakan spekulasi satu ayat yang tidak didudukkan dalam perspektif keberadaan Allah terhadap manusia

Masalahnya bukan dapat atau tidaknya Allah yang Maha Kuasa mengoperasikan kedaulatanNya, tetapi “Kenapa Tuhan menjelma menjadi manusia? Dan bukan keledai”

Dan pertanyaan ini menjadi mudah dijawab oleh konsep relasi, yaitu bahwa Allah melakukan hal itu karena mau membagikan sebuah RELASI khusus dengan manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupaNya. (Kejadian 1:26; Efesus 2:5-6). “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari (manusia) dan menyelamatkan (manusia) yang hilang” (Lukas 19:10). Itulah ujud kasih-setia-Nya yang dilimpahkanNya secara khusus kepada manusia!

Seperti yang dikatakan diatas, banyak agama mengklaim Tuhannya maha-kasih dan maha penyayang, namun tidak ada substansinya. KedekatanNya dengan mahlukNya-pun tidak dijabarkan apapun. Maka kita ulangi lagi sebuah pemahaman-lurus dalam mene; kebenaran Allah berdasarkan rumus-kasih:

Rumus Kasih
(1) Ajaran Tuhan yang tidak mengutamakan relasi-kasih adalah bukan berasal dari Tuhan Yang Maha-kasih.
(2) Bukti kasih, apalagi Maha-kasih, hanyalah satu, yaitu membela dan berkorban sebesar-besar korban bagi yang dikasihiNya.

Yesus yang Imanuel melakukan itu dengan mengorbankan nyawaNya diatas kayu salib, demi menebus dosa Anda dan saya. Allah manakah lainnya yang juga membuktikan diriNya berkorban bagi umatNya? Semuanya perlu disimak dan di-check kebenarannya dengan seksama oleh kita masing-masing. Kita sering merasa diri kurang “ilmu-agama”, lalu percaya begitu saja semua klaim dan tudingan manusia “berilmu”, Namun Maha AdilNya Allah telah memberikan kepada setiap manusia {yang mau mencari}. termasuk Anda dan saya, potensi yang sama untuk pertama-tama menemukan PribadiNya (bukan hukumNya)! Nabi Sulaiman dalam amsal kata-kata bijaknya mengajarkan satu hikmat kepada manusia:

“Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar (memeriksa), itulah kebodohan dan kecelaannya” (Amsal 18: 13).

Periksalah kemana-mana, dan Anda akan menemukan bahwa ketiga alasan pokok yang disebutkan diatas, sungguh memberikan kita alasan terbaik – rasional maupun emosional – kenapa kita memerlukan Pribadi Yesus, lebih dari siapapun!

Periksalah kemana-mana, dan Anda akan menemukan bahwa ketiga alasan pokok yang disebutkan diatas. sungguh memberikan kita alasan terbaik – rasional maupun emosional – kenapa kita memerlukan Yesus, lebih dari siapapun!

Satu Tanggapan

  1. […] BESAR KENAPA HARUS YESUS Posted on 5 May 2010 by Triani Isi artikel bisa di lihat di sini. This entry was posted in Kristen. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS […]

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: