X. INTI HUKUM TAURAT DAN KITAB SEGALA NABI: KASIH

Syukurlah bahwa dewasa ini hanya tinggal sedikit orang yang belum tahu apa ajaran Yesus yang paling dominan dan menyentuh, yaitu KASIH! Tidak heran kristianitas disebut orang sebagai agama kasih. Namun kita harus mengakui bahwa semua agama dunia memang mengajarkan kasih. dan Allah- nya tentu mengasihi dan menyayangi pula umatNya. Tetapi tidak banyak orang yang tahu akan perbedaan keduanya, lalu cenderung menyama-ratakannya.

Beda kasih Tuhan yang satu dengan yang lainnya
“Kasih-Tuhan-Alkitab” adalah hakekatNya sendiri, sementara “Kasih-Allah dalam agama lain”, adalah apa yang dilakukan Allahnya! Yang satu merupakan essensi-kasih, yang lain berupa aktifitas-mengasihi!

Itu sebabnya Kasih Tuhan Alkitab adalah kasih yang tidak bersyarat (unconditionallove), sementara kasih Allah lain adalah mengasihi (loving) -atau lebih tepat, mengasihani-manusia dalam syarat-syaratNya.

Karena hakekat Tuhan adalah kasih, maka kasih harus mengisi seluruh “ruang-lingkup” keberadaan Tuhan, artinya la berada dalam total domain kasih: yaitu mengasihi seluruh manusia. dan menuntut dikasihi balik oleh setiap manusia, seraya mengharuskan terjalinnya kasih diantara semua sesama manusia pula! Dan itulah yang digoreskan oleh Tuhan dalam Taurat, untuk diteruskan dan dihafal turun temurun. seper.: yang tercantum dalam Ulangan 6:5 dan lmamat 19:18. Dan terhadap kedua hukum ini, Yesus meletakkan konfirmasiNya sebagai Hukum yang Terutama dari segala hukum, “Kasihilah Tuhan. Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi” (Matius 22: 37-40).

Sekali diturunkan, hukum-kasih ini sudah ditakdirkan bersifat kekal, tidak terhilangkan.
Bacalah bagaimana perintah Tuhan untuk mengamankan kekekalannya, sbb:

“Apa yang ku (Musa) perintahkan kepadamu hari ini (Hukum Kasih), Haruslah engkau perhatikan, Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu
Dan membicarakannya apabila engkau duduk dirumahmu.
Apabila engkau sedang dalam perjalanan, Apabila engkau berbaring
Dan apabila engkau bangun.
Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu
Dan haruslah itu menjadi lambang didahimu
Dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu, Dan pada pintu gerbangmu.”

Kristianitas mengimani bahwa KASIH dalam Hukum Yang Terutama ini adalah unsur yang paling luhur, tidak terhapuskan, dan tidak akan berkesudahan sekalipun unsur lainnya boleh lenyap. Disorga, kita akan hidup berketerusan dalam transendental kemuliaan. kasih kepada Tuhan dan sesama persaudaraan. Yesus menegur keras orang yang menafsirkan kehidupan disurga seolah seperti didunia saja. Padahal status dan relasi (termasuk sex) suami-isteri di bumi. dan apa saja dari unsur-unsur bumi itu tak satupun yang dapat dibawa-bawa untuk diteruskan kesorga! Yesus mendamprat sekaligus menelanjangi orang-orang yang telah berani berspekulasi tentang “muatan sorga” yang diduniakan: “Kamu sesat. sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah! Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat disorga” (Matius 22: 29.30).

Sex, gender, status suami-isteri, relasi famili, dan lain-lain unsur dunia sungguh akan tamat dan tidak dapat diteruskan disorga! Semua itu dilenyapkan pada Hari Tuhan. Tata hubungan setiap manusia yang berasal daripadaNya harus dikembalikan kepada asalnya. Kehidupan sorgawi harus dipusatkan kepada Pusat kehidupan, yaitu Diri Allah sendiri. Setiap anggapan atau ajaran yang mencoba meneruskan relasi-duniawi kedalam Kerajaan Sorgawi (dengan kelompok-keluarga yang berbeda kedekatan relasinya), telah di-cap oleh Yesus sebagai pandangan yang sesat. Dan siapakah yang lebih tahu daripada Yesus mengenai keberadaan dan muatan sorga? “Tidak ada seorangpun yang telah naik kesorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia (Yesus)” (Yohanes 3:13).

Banyak dongeng yang dikisahkan orang-orang dunia tentang alam akhirat dan sorga. namun hanya Yesus-lah yang berotoritas mengungkapkan semua ini, karena kemaha-tahuan dan asalNyaImAlkitab memang menerangkan kepada kita apa-apa yang bukan, dan apa-apa yang tetap menjadi muatan sorga:

• “Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu (1 Korintus 7:31).
• “Pada hari itu (kiamat) langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangu dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada diatasnya akan hilang lenyap” (2 Petrus 3: 10).
• “Kasih tidak berkesudahan: nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; en etahuan akan lenyap” (1 Korintus 13:8),
• “Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam diatas puji-pujian orang Israel.. .” (Mazmur 22:4).
• “Siapakah yang tidak takut ya Tuhan. dan yang tidak memuliakan namaMu? Sebab Engkau saja yang kudus: karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau ….. (Wahyu15:4).

Jadi, semua yang berasal dari dunia akan lenyap, bahkan juga seperangkat komunikasi dari Allah kepada manusia (atau sebaliknya) akan lenyap, yaitu nubuat dan bahasa roh dan pengetahuan. Hal ini terjadi karena pada Hari Tuhan semua masalah menjadi terbuka, tak ada yang tersembunyi lagi:
“Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka, dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui” (Matius 10:26). Namun Kasih, Persekutuan (Israel baru), Puji-pujian dan Penyembahan, Kemuliaan/keagungan Allah tinggal kekal tak berkesudahan.

Sekarang, bila sedemikian be ar maknanya, luhurnya, dan kekalnya Kasih ini (Hukum Yang Terutama) sehingga ia harus menjadi tanda dan lambang bagi hukum Tuhan, maka siapakah yang percaya bahwa ayat-ayat dalam Hukum Yang Terutama ini bukan aslinya dari Tuhan? Malaikat, Nabi, dan manusia manakah yang tidak menyetujui ayat tersebut? Atau adakah manusia yang mampu menemukan -dari segenap khasanah kitab-kitab Allah-ayat tandingan yang lebih luhur dan mulia daripada ayat tersebut? Sungguh mustahil ada “ayat manusia” yang mampu disandingkan dengan kemuliaanNya!

Rumus Kebenaran
Bila demikian halnya, maka kita cenderung berkesimpulan dalam satu perumusan baku, bahwa sebuah Kitab Suci yang datangnya asli dari Tuhan haruslah, wajiblah, tidak bisa tidak bermuatan kasih, yaitu dengan mengekalkan Hukum Kasih Yang Terutama itu!!

2 Tanggapan

  1. Pada perjanjian baru, Lukas 24:44 46 menyatakan bahwa didalam kitab Taurat, kitab nabi-nabi dan Mazmur telah tertulis demikian: “Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga”. Namun setelah kita lakukan kajian yang lebih teliti, ternyata itu semua tidak ditemukan.

    Bersama ini kami berikan sedikit contoh penggenapan suatu nubuat yang benar-benar terjadi didalam Al-Kitab dimana isi pada perjanjian lama dilengkapi lagi pada edisi perjanjian baru.

    Nubuat dalam Perjanjian Lama:

    * Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu. (Hosea 11:1).

    Penggenapan di Perjanjian Baru

    * Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal disana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku. (Matius 2:14-15.)

    Nubuat dalam Perjanjian Lama

    * Aku mau menceritakan tentang ketetapan Tuhan; Ia berkata kepadaku: Anak-Ku engkau! Engkau telah Ku peranakkan pada hari ini. (Mazmur 2: 7)

    Penggenapan di Perjanjian Baru

    * Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri -Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: Anak-Ku Engkau! Engkau telah Ku peranakkan pada hari ini. ” (Ibrani 5:5)

    Nubuat dalam Perjanjian Lama

    * Roh Tuhan ada padaku, oleh karena Tuhan telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitaan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara. (Yesaya 61:1)

    Penggenapan di Perjanjian Baru

    * Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab la telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan la telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang. (Lukas 4:18-19 )

    Nah ayat-ayat tadi semuanya membuktikan bahwa apa yang dinubuatkan Tuhan di dalam kitab Perjanjian Lama, itu benar-benar terjadi atau digenapi pada kitab Perjanjian Baru. Kalau tidak terjadi atau tidak digenapi, berarti itu bukan nubuat Tuhan, sebab tidak mungkin Tuhan keliru atau salah. Untuk itu kami ajukan pertanyaan jika ada yang bisa membuktikan ucapan Yesus sekitar nubuat tentang dirinya yang terdapat pada Lukas 24:44-46 sebagai berikut:

    * 44. Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Ku katakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.
    * 45. Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
    * 46. Kata-Nya kepada rnereka: Ada tertulis demikian: “Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga”.

    Pertanyaannya adalah, Mana bukti ucapan Yesus yang mengatakan bahwa ada tertulis demikian: “Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga” dalam kitab Taurat Musa, Kitab Nabi-Nabi dan Kitab Mazmur.

    Catatan : Taurat Musa ada 5 kitab, Kitab Nabi Nabi ada 33 kitab dan Kitab Mazmur ada 1 kitab, jadi jumlahnya 39 kitab. Atau dengan kata lain perkataan Yesus tersebut tertulis dalam semua kitab Perjanjian Lama, sebab jumlah kitab Perjanjian lama semuanya ada 39 kitab. Kalimat: “Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga” pada yat 46 ini menurut ayat 44 telah tertulis dalam kitab Taurat, kitab Nabi-Nabi dan Mazmur. Menurut ayat 45, bagi yang tidak tahu berarti belum mengerti Al-Kitab.

    Ternyata semua pakar Al-Kitab tidak mengetahui dimana letak ayat tersebut pada Taurat Musa, kitab Nabi-Nabi dan Mazmur. Pihak Kristen berapologi bahwa konsep Mesias yang menderita memang ditemukan dalam Perjanjian Lama, tetapi bukan dalam bentuk teks seperti yang tertulis dalam Lukas 24:46.

    Tampaknya mereka kurang cerdik untuk membelanya, sebab mereka tidak membandingkan dengan,

    1. I. Matius 12:16-20

    * 16. Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.
    * 17. supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya.
    * 18. Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Ku kasihi, yang kepada-Nya jiwa Ku berkenan; Aku akan menaruh roh Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.
    * 19. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.
    * 20. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.

    Bunyi ayat Matius 12:18-20 ini bisa kita temukan pada Yesaya 42:1-4 yang berbunyi:

    * Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.
    * Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.
    * Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.
    * Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.

    II. Matius 13:14-15

    * 14. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.
    * 15. Hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.

    Ayat-ayat ini bisa ditemukan pada Yesaya 6:9-10 yang berbunyi:

    * 9. Kemudian firman-Nya: “Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan!
    * Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup. supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya. lalu berbalik dan menjadi sembuh ”

    III. Matius 1.3::3 5

    * Supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: Aku mau membuka mulut Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.

    Teks ayat Matius ini bisa kita temukan pada Mazmur 78:2 yang berbunyi:

    * Aku mau membuka mulut mengatakan amsal, aku mau mengucapkan teka-teki dari zaman purbakala.

    IV. Lukas 3:4-6 berbunyi:

    * Seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara Vang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.
    * Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan,
    * dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.

    Bunyi ayat-ayat Lukas diatas dapat kita temukan dalam Yesaya 40:3-5 berikut ini:

    * 3. Ada suara yang berseru-seru: Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
    * Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran.
    * maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, Tuhan sendiri telah mengatakannya.

    Lalu bagaimana dengan Lukas 24:44 46 yang katanya dalam kitab Taurat, kitab nabi-nabi dan Mazmur telah tertulis demikian: “Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga”. Semua itu tidak ada!!! Berarti itu semua perkataan bohong Lukas saja.

  2. […] TAURAT DAN KITAB SEGALA KASIH Posted on 5 May 2010 by Triani Artikel bisa dilihat di sini. This entry was posted in Kristen. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS […]

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: