VIII. TETAPI, ADAKAH YESUS MERASA DIRINYA ALLAH?

Semua gelar yang disebutkan diatas adalah apa yang dikatakan Allah bagi Yesus, lewat Gabriel. Anda akan bertanya, “Tetapi apakah Yesus juga merasa diriNya ilahi, datang dari sorga”? Jangan-jangan Ia tidak sadar, atau tidak tahu-menahu, Melainkan hanya merupakan akibat dari pengkultusan para pengikutNya?

Bagus! Yesus bukan menunggu bola. lalu baru menjawab pertanyaan manusia yang kebetulan ingin tahu tentang siapa dan dari mana Dia datang Dia sendiri justru berprakarsa dan memancing murid¬muridNya untuk bertanya tentang identitasNya:

“Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”

Maka jawab Simon Petrus: ”Engkau adalah Mesias (Kristus), Anak Allah yang hidup!” (Matius 16:16) Yesus segera memuji Petrus, namun menjelaskan bahwa Allah sendirilah yang (mengilhami) menyatakan kebenaran itu kepadanya Jadi, benar bahwa Yesus tahu persis siapa DiriNya yang ilahi! Sekarang, marilah kita dengan hati terbuka belajar memahami lebih lanjut tentang Yesus sebagaimana Yesus sendiri mengkonfirmasikan diriNya dalam pelbagai gelar, sifat, asal dan keberadaanNya yang ilahi itu.

SADAR AKAN KEKUDUSAN?

Yesus sadar bahwa la disebut Kudus, sekudus Allah yang tak membutuhkan (dan tak pernah meminta) pengampunan dari Bapa, la malahan mengundang: “Siapakah diantaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa?” (Yohanes 8:46).

Dan terbukti tak ada seorang musuhNya-pun yang menyanggahiNya. padahal setiap ucapan Yesus selalu dicari-cari kesalahanNya oleh mereka. Jangankan Yesus. murid-muridNya saja tahu, lihat Yohanes 6:69. Dan bahkan setan-setan sungguh tahu dan takut akan Yesus.

Ingin tahu apa yang diketahui setan? Suatu ketika .. ” Yesus mengajar disebuah rumah ibadat dimana ada seseorang yang dirasuki setan. Melihat Yesus. orang yang dikuasai setan itupun berteriak dalam ketakutan: “Hai Engkau. Yesus orang Nazaret…Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” (Lukas 4:34).

Dan kita sudah mengupas sebelumnya, yang kudus. total kudus. hanyalah Allah sendiri.

Artikel terkait :
YESUS TIDAK BERDOSA, di yesus-tidak-berdosa-vt63.html#p135

SADAR GELAR ILAHI?

Kembali Yesus mengkonfirmasikannya: “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan. dan katamu itu tepat. sebab memang Akulah Guru dan Tuhan” (Yohanes 13: 13). Disini Yesus jelas menyadari diriNya sebagai Pengajar maupun Penguasa semesta-alam (Matius 2818). Karena peran sebagai Guru dan Tuhan inilah, maka Yesus mewajibkan murid-muridNya untuk berbuat yang sama seperti yang telah diteladankanNya kepada mereka.

Yesus juga diberi gelar Imanuel, yang berarti “Allah menyertai kita” . Ternyata Yesus juga sadar atas gelar peruntukan ini: “Dan ketahuilah. Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:20). Ketika Yesus mengklaim dirinya sebagai “gembala yang baik yang setia menuntun domba-dombaNya hingga memberikan nyawaNya” (lihat artikel yesus-kristus-gembala-yang-baik-vt2320.html ), Ia telah menyatakan diriNya Imanuel. Dan itu dibuktikanNya dalam penyelamatan semua murid-muridNya ketika la sendiri justru hendak ditangkap oleh perajurit. Ia berkata: “Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini (murid-muridNya) pergi” (Yohanes 18:8). Dan terbebaslah mereka dari penangkapan!

SADAR AKAN RUANG-ASALNYA?

Yesus membuka rahasia asalNya disini.
“Kamu berasal dari bawah. Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini” …. “Aku keluar dan datang dari Allah” (Yohanes 8:23,42).

Siapakah manusia yang bukan berasal dari dunia ini? Siapakah manusia yang mampu mengklaim bahwa ia ada didalam diri Allah. dan dari diri Allah-lah ia keluar dan datang?
Kelahiran Yesus bukan dari gen-dunia, bukan berasal dari dunia ini. dan tidak berakhir mati menjadi debu dunia. Ia kembali kepada BapaNya disurga. Dan itu dibuktikan ketika la terangkat kesorga, disaksikan para pengikutNya. Dua malaikat berkata kepada mereka:

“Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat kelangit? Yesus ini yang terangkat kesorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik kesorga” (Kisah 1: 11).

Ini semua adalah peristiwa yang membelalakkan mata. Sedahsyat itupun. namun tegar-tengkuk manusia telah menutup mata dan telinga mereka un uk percaya. Pantaslah Yesus dalam misiNya berkata berkali-kali kepada sidang pendengarNya, dan kini kepada Anda dan saya: “Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar”.

SADAR AKAN WAKTU-ASALNYA?

Sekalipun akan dianggap menghujat Allah. dan menghadapi ancaman rajam-batu dari orang Yahudi, Yesus harus berkata apa adanya: “Aku berkata kepadamu. Sesungguhnya sebelum Abraham jadi. Aku ada” (Yohanes 8:58, lihat artikel di yesus-ada-sebelum-abraham-vt624.html#p1439 ).
Istilah yang dipakai Yesus disini “Aku Ada” (“I AM”, Yunani “εγω ειμι – egô eimi”, Ibrani אֲנִי־הוּא – ANI HU) ucapan tsb bukan istilah biasa, melainkan istilah yang dipahami oleh orang-orang Yahudi untuk jati-diri keilahian (lihat artikel di yesus-kristus-adalah-yhvh-vt41.html#p99 ). Dengan istilah ini Yesus secara sadar telah menempatkan diriNya sama dengan Allah (baca Keluaran 3: 14). dimana Allah menyatakan diriNya dengan “Aku Ada(lah) Aku”. “I AM THAT I AM”. Dan itu telah dianggap menghujat Allah oleh orang-orang Yahudi. sehingga Yesus mau dirajam.

Lebih jauh, Yesus menyaksikan “Siapa Yesus”

Apa kesalahan terbesar dari orang-orang skeptis? Mereka hanya mampu skeptis keluar, dan tak ada kemampuan ber-skeptis kedalam! Mereka rabun akan fakta obyektif yang disodorkan secara terang dan terbuka. karena asyik mengorek-ngorek fakta subyektif di-kegelapan menurut kaidah-kaidah yang ditetapkannya sendiri Mereka lebih memilih jadi peragu, pengolok-olok, dan pengkritik diluar bahtera Nuh, ketimbang masuk kedalam bahtera kehidupan. Ini terjadi dizaman Yesus dan sebelumnya. dan kini berlanjut sama halnya. Namun kebenaran Allah tidak tergantung pada apa dan berapa banyak mau-mau-nya orang begini. Tuhanlah yang menetapkan pembuktianNya, dan menyatakan “cukup sebagai cukup”.

Masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus didepan mata murid-muridNya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum disini telah dicatat, supaya kamu percaya. bahwa Yesuslah Mesias. Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam namaNya” (Yohanes 20:30.31).

Diseluruh Injil. tercatat lebih dari cukup tanda-tanda dan mujizat yang sengaja diperagakan Yesus agar kita dapat percaya bahwa Dialah Mesias. Anak Allah! Dan tidak akan ada yang lainnya lagi. Berikut ini adalah pencukupan ebagian bukti-bukti keilahian dari Yesus lebih lanjut:

ADAKAH YESUS MAHA-HADIR?

Yesus hadir sekalipun tidak tampak hadir. la sanggup “melihat dan hadir secara jarak-jauh”. Natanael sempat bertanya darimana tiba-tiba Yesus bisa mengenalnya, dan Yesus menjawabnya:
“Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau dibawah pohon ara”
Lebih jauh, tanpa tampak hadir secara fisik, Yesus menjanjikan kehadiranNya dalam roh: “Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam namaKU, disitu Aku ada ditengah-tengah mereka” (Yohanes 1:48; Matius 18:20).

ADAKAH YESUS MAHA-TAHU?

Terhadap Yudas yang menjadi pengkhianat, tak seorang muridNya yang tahu, namun Yesus tahu dan benar ketika la berkata: “Orang yang makan rotiKu bersama dengan Aku akan melawan Aku”. Terhadap Petrus yang segera akan menyangkal-Nya sebanyak 3x, Yesus pun tahu, lalu menegurnya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini. sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali”. Terhadap perempuan Samaria, Yesus tahu dia sedang berselingkuh melayani 5 laki-laki simpanan. Sebaliknya, orang-orang luarpun segera tahu dan menyaksikan bahwa Yesus itu Maha Tahu, diantaranya perempuan Samaria dan murid-muridNya.

“Ia (Yesus) mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat” (Yohanes 4:39)

“Sebab la (Yesus) tahu apa yang ada didalam hati manusia” (Yohanes 2:25).

“Sekarang kami tahu. bahwa Engkau (Yesus) mengetahui segala sesuatu” (Yohanes 16:30)

ADAKAH YESUS MAHA-KUASA?

Raja. kaisar, atau presiden manapun yang paling adidaya. tidak akan berani mengklaim dunia ada dibawah tapak kakinya! Namun tidak ada masalah sedikitpun bagi Yesus untuk mengklaim segala kuasa dunia-akhirat, “KepadaKu telah diberikan segala kuasa disorga dan dibumi” (Matius 28: 18), Klaim yang sedemikian tinggi ini ternyata tidak lagi mengagetkan para muridNya. Mereka melihat dengan mata kepala sendiri betapa Sang Guru menaklukkan apapun yang mau ditaklukkan kebawah kakiNya.

Penyakit? Tolong sebutkan penyakit sejenis apa. dan separah bagaimana yang terbukti tidak dapat disembuhkan Yesus! (Yohanes 11:1-43).

Sia-sia menjala ikan sepanjang malam? Jala yang terkoyak menjadi saksi saratnya ikan-ikan yang masuk dalam sekejab atas perintahNya. (Yohanes 21:1-14)

Stress karena kehabisan anggur dalam pesta perkawinan? Tanyakanlah kepada Maria kenapa ia minta segenap pelayan pesta agar TAAT penuh terhadap apa saja yang akan diperintahkan Yesus kepada mereka! (Yohanes 2:1-11) Ya. karena Maria tahu bahwa “taat” itulah yang mendasari setiap pemunculan mujizat Allah, Maka terciptalah 6 tempayan penuh anggur yang terbaik bagi mempelai pesta!

Takut akan amukan badai dan gelombang? Justru alam yang takut akan hardikanNya. sehingga tercetus ketakutan dan kekaguman para muridNya akan identitasNya: “Siapakah gerangan orang ini. sehingga angin dan danaupun taat kepadanya? (Markus 4:41)

Takut akan tenggelam didanau? Air danau justru menatang kakiNya agar dia tetap dijunjung penuh hormat dan berjalan diatas permukaannya. (Matius 14:22-33)

Kelaparan massal?, Silahkan makan roti langit yang didatangkan secara ajaib bagi 5000 orang laki-laki (belum termasuk para wanita dan anak-anak, Matius 14:13-21)

Kerasukan sepasukan Setan/Iblis (Legion)?, Yesus sanggup mengusir mereka, kisahnya bisa dibaca di viewtopic.php?p=819#819
Yesus berkuasa atas setan-setan itu, mereka memohon agar tidak disiksa (Lukas 8:31). Bahkan mereka berteriak mengakui : Engkau Yang Kudus dari Allah, “Engkaulah Anak Allah”! (Lukas 4:33-36)

Mati/ menghadapi kematian?, Sesungguhnya kematian itu bukanlah sebuah substansi, melainkan adalah “ketiadaan kehidupan”. Jadi seperti yang telah diutarakan, justru Dialah sumber kehidupan yang memberi hidup, walau sudah mati! (Yohanes 14:6, lihat pula sub di bawah ini “Adakah Yesus Pemberi Hidup?”.

Yesus lebih kuasa daripada yang dikira orang
Semua kuasa-mujizat diatas sungguh tidak tercernakan oleh nalar manusia. Itu hanya bisa diadakan oleh “seorang” Allah! Walau begitu dahsyat, namun Yesus belumlah dianggap MahaKuasa bilamana la belum terbukti berkuasa atas satu permasalahan yang paling esensi untuk apa Dia datang kebumi! Tiada lain, itu adalah kuasa atas PENGAMPUNAN DOSA!

Dan itulah yang akan dibahas sekarang ini.

Suatu ketika, Yesus sengaja memperlihatkan kuasa tersebut dengan sebuah design pembuktian berantai yang teramat indah Ketika itu Dia dihadapkan kepada seorang lumpuh. Yesus ebenarnya cukup menunjukkan kuasa mujizat penyembuhan kepada¬Nya. Namun sekali ini. Yesus ingin menunjukkan bahwa la bukan hanya berkuasa menyembuhkan fisik manusia, melainkan juga berkuasa mengampuni dosa manusia. Penyembuhan fisik bisa ditangkap panca-indera. namun penghapusan dosa tidak bisa diperagakan I Tetapi Yesus mendesignkan suatu kuasa ganda yang susul-menyusul, demi memperli-hatkan kebenaran kuasa yang satu ini (yang tidak dapat ditangkap pancaindera) dengan benar terjadinya kuasa kedua yang disusulkan (yang dapat disaksikan mata).

Kuasa pertama terjadi ketika Yesus berkata kepada orang lumpuh itu: “Hai anakKu, dosamu sudah diampuni” (Markus 2:5). Semua orang terdiam! Tak ada yang tahu apakah dosa orang lumpuh itu benar-benar hilang terampuni.

Namun pada waktu yang sama. perkataan ini menjadi sambaran halilintar bagi para ahli Taurat yang memprotes: “Mengapa orang ini berkata begitu? la menghujat Allah Siapa yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah sendiri?”

Yesus tahu apa yang diprotes. walau itu terjadi dalam hati mereka. Maka la berkata kepada pemrotes. sekaligus menghadirkan kuasaNya yang kedua yang dapat disaksikan:
‘” Manakah lebih mudah mengatakan kepada orang lumpuh ini. ‘Dosamu sudah diampuni”, atau mengatakan: ‘Bangunlah. angkatlah tilammu dan berjalan’? Tetapi supaya kamu tahu bahwa didunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa ( …maka kepada orang lumpuh itu Ia berkata …): Kepadamu Kukatakan. bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah kerumahmu!” …. (Markus 2:1-12)

Dan orang lumpuh itupun bangun (!), terbukti benar yang membuktikan pula bahwa dosanya benar terampuni! Sebab kalau tidak. Yesus tentulah sudah
menjadi pembohong dan kuasa ilahi tidak akan menyertaiNya. Yesus sengaja mengkonfrontasikan keraguan para ahli Taurat akan keilahianNya. sehingga apa yang dianggap hanya mungkin dilakukan oleh Allah kini dilakukan pula oleh Yesus tepat dimuka hidung mereka!

Banyak sekali kuasa mujizat Yesus lainnya yang tak sempat dirincikan satu persatu disini. Begitu banyaknya sehingga orang-orang Yahudi malahan menjadi ragu manakah Mesias yang ditunggu-tunggu, apakah Yesus atau harus menunggu Mesias yang lain lagi? “Apabila Kristus datang. mungkinliah la akan mengadakan lebih banyak mujizat daripada yang telah diadakan oleh Dia (Yesus) ini?”
“Siapakah gerangan orang ini. sehingga angin dan danaupun taat kepadaNya?'”

Kuasa Yesus ingin dikerdilkan dunia? Apa masalahnya?

Namun dunia tidak ingin melihat Yesus terlalu besar dan berkuasa. Ia harus diperkecil agar tidak mengganggu “logika dunia” dan eko-sistim keilahian. Maka diributkanlah mujizat Yesus dengan teori-teori spekulatif seolah-olah kuasaNya bukan berasal dari diriNya sendiri. melainkan hanya terjadi atas izin dan campur tangan Allah. Namun Injil memperlihatkan bahwa tak satupun mujizat Yesus itu terjadi atas permohonan khusus dari Yesus, dan/atau mendapatkan izin khusus dari Allah. Yesus bukan orang sombong, gila hormat. atau lupa daratan untuk lupa meminta IZIN. bila itu memang diharuskan atau bahkan diharapkan oleh BapaNya Ia berkata: “Aku tidak memerlukan hormat dari manusia …. belajarlah padaKu. karena Aku lemah lembut dan rendah hati. ..” (Matius 11:29, Yohanes 5:41), dan ini menepis spekulasi sembrono yang mencoba mengkerdil-kerdilkan kuasa-Nya dengan sengaja. dengan pendalilan “terjadi karena izin Allah” .

Suatu ketika ada seorang sakit kusta yang memohon kepada Yesus untuk penyembuhan dirinya: “Kalau Engkau mau. Engkau dapat mentahirkan aku”. Maka Yesuspun mengulurkan tanganNya, menjamah orang itu seraya berkata lugas: “AKU MAU. jadilah engkau tahir” (Markus 1:40-41).

Tampak Yesus tidak minta izin kepada siapapun kecuali diriNya sendiri. untuk melakukan suatu mujizat-penyembuhan atas jenis penyakit yang mustahil dapat disembuhkan dengan cara apapun di jaman itu! Jangankan penyakit, untuk menghidupkan orang matipun. Yesus berotoritas sepenuh diri Bapa: “Sebab sama seperti Bapa membangkitken orang-orang mati dan menghidupkannya. demikian juga Anak (Yesus) menghidupkan barangsiapa yang dikehendakiNya”. (Yohanes 5:21).

Injil memperlihatkan bahwa kuasa dan ororites Anak adalah inklusif dalam BapaNya, yang sama-sama inklusif dalam keberadaan keilahianNya. Itu sebabnya, dalam dua hal. tidak ada sepatahpun yang keluar dari mulut Yesus kepada BapaNya, yaitu dalam hal minta IZIN bermujizat. dan minta AMPUN atas dosa! Sebaliknyalah yang terjadi!, yaitu Dia memberi pengampunan-dosa kepada orang berdosa, dan Dia memberi kuasa mujizat kepada murid-murid- Nya:
“Yesus memanggil kedua belas muridNya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit ….” (Matius 10:1)

Setan paling tahu akan kedahsyatan kuasaNya. Dan bilamana musuh terbesarNya – yaitu setan dan iblis sampai jatuh tersungkur dihadapan Nya dan berteriak ketakutan mengakui kuasa Yesus: “Engkaulah Anak Allah” (Markus 3: 11). maka ada apa gerangan dengan hati manusia-manusia kerdil yang selalu bernafsu meredup-redupkan Adi-DayaNya?

Baiklah kita memperingatkan diri kita kembali bahwa manusia-manusia yang tidak tahan melihat Yesus dalam statusNya yang sebenarnya adalah mereka-mereka yang berkata sama seperti para pemimpin Yahudi 2000 tahun yang silam. Yaitu mereka yang pintar memberi “fakta-fakta logis” buat mengecil-ngecilkan Yesus. bahkan analisa yang tajam untuk menolakNya:

” Bukankah la ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapaNya kite kenal? Bagaimana Ia dapat berkata: Aku telah turun dari sorga?” (Yohanes 6:42)

“Dari mana diperolehNya hikmat itu dan kuasa un/uk mengadakan mujizat-mujizat itu? Bukankah la ini anak tukang kayu? Bukankah ibuNya bernama Maria dan saudara-saudaraNya adalah Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? .. Jadi darimana diperolehNya semuanya itu? Lalu mereka kecewa dan menolak Dia” (Matius13:55-57).

Perhatikan betapa mudahnya “manusia pintar” terperosok kedalam kepintarannya sendiri. Dengan analisis yang tajam mereka justru memilih mempermasalahkan dan menolak suatu berkat didepan mata yang jelas-jelas menguntungkan:

(1) Untung karena bisa belajar dan menikmati hikmat-surgawi yang diperagakan Yesus secara luar biasa;

(2) Untung bisa memohon bantuan mujizat Yesus, setidaknya menjadi dokter ajaib bagi pelbagai penyakit dan persoalan dari keluarga besar mereka. Setidaknya mereka bisa merenungi apa yang diakui oleh para saksi mata terhadap “kegunaan” kehadiran Yesus ditengah-tengah mereka: “Ia (Yesus) menjadikan segala-galanya baik. yang tuli dijadikanNya mendengar. yang bisu dijadikanNya berkata-kata.” (Markus 7 :37). Tetapi semua keuntungan ini ditolak semata-mata karena merasa diri .. terlalu pintar” untuk menerima anugerah dari “anak situ kang kayu”! Kini. 2000 tahun sesudahnya. Anda pasti jauh lebih pintar lagi ketimbang para Yahudi itu? Tetapi Sang Anak ini tidak berubah. la bertanya balik yang sama kepada Anda seperti yang Dia tanyakan kepada dua orang buta (yang siap disembuhkanNya sesuai dengan iman mereka): “Percayakah kamu. bahwa Aku dapat melakukannya?” (Matius 9:28). Yaitu percayakah Anda bahwa Ia dapat melakukan mujizat untuk pembaruan kehidupan Anda, tanpa usah minta izin siapa-siapa?

ADAKAH YESUS PEMBERI HIDUP?

Yesus membuktikan apa yang diucapkanNya dalam ayat kebangkitan yang dikutib diatas, “Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendakiNya” (Yohanes 5:21). Ia tercatat telah membalikkan 3 kematian menjadi 3 kehidupan bagi 3 orang mati, termasuk Lazarus. Dan Lazarus yang telah mati 4 hari, juga dibangkitkanNya. Kata-kataNya mematahkan semua maut dan kematian: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepadaKu. ia akan hidup walaupun ia sudah mati … (Yohanes 14:6, 11:25)

“Percayakah engkau akan hal ini?” Karena pentingnya. kita ulangi sekali lagi, “Percayakah engkau akan hal ini?” Adakah keterbelengguan-batin yang menghalangi Anda untuk percaya apa yang dipercaya oleh para-saksi mata?

Untuk mendukung dan sekaligus menutup kasus ini pada klimax-nya, Yesus dengan kuasa adikodratiNya membangkitkan diriNya dari kematian walau sudah mati disalibkan dan dikuburkan selama 3 hari! Dan untuk memperkokoh penyaksian peristiwa yang “mustahil’ itu. kembali malaikat Tuhan datang dan bersaksi kepada perempuan-perempuan yang terkejut mendapati kubur Yesus itu kosong: “Mengapa kamu mencari Dia yang bangkit diantara orang mati? la tidak ada disini, la telah bangkit” (Lukas 24:5,6).

Ya, para perempuan itu lupa, kini baru teringat, bahwa Yesus selama hidupNya pernah bernubuat tentang diriNya sebagai Bait Allah yang dibangkitkan: ‘Rombak Bait Allah ini. dan dalam 3 hari Aku akan mendirikannya kembali”

Perempuan-perempuan tersebut membuat kesalahan karena lup akan pesan kebangkitan Yesus. Namun manusia-manusia sekarang bukan lupa, melainkan sengaja menolak pesan kebangkitanNya, dan kembali mencampakkan pesan malaikat Tuhan agar jangan mencari Dia vang hidup, diantara orang mati. Sebab disepanjang sejarah kenabian, perbedaan yang fundamental diantara Yesus dengan segala nabi-nabi lainnya adalah bahwa kuburan semua nabi berisikan jasadnya; hanya kuburan Yesus yang kosong, karena sebagai Sang Hidup, hidupNya berdaulat atas kematian! Ia berkata:
“Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka .. , .Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” Percayakah engkau?”. (Yohanes 10:28, 11:25).

ADAKAH YESUS KEKAL SELAMANYA?

Apa yang ada dibenak Anda ketika Anda mendengar seorang Yesus berkata dalam satu kalimat yang keseluruhannya amat asing bagi telinga Anda? Namun semakin direnungi. semakin kalimat itu mengungkapkan wibawaNya. Itulah yang terjadi ketika Yesus berkata begini: “Aku adalah Alfa dan Omega (Yang Awal dan Yang Akhir). Firman Tuhan Aflah yang ada. dan yang sudah ada. dan yang akan datang. Yang Mahakuasa” (Wahyu 1 :8).

Yesus sesekali memakai gaya otoritatif ini agar kita tidak bisa netral menghadapinya. Anda ditempatkan dalam posisi percaya atau tidak percaya kepadaNya. dan tak ada jalan tengah! Ia menjelajahi garis waktu yang manapun: yang ada. yang sudah ada. dan yang akan datang! “Mesias tetap hidup selama-lamanya” (Yohanes 12:34). Dan la telah membuktikan hal ini Yaitu bahwa diriNya datang dari sorga. dan kembali kesorga dan terus hidup disana (karena kita tak bisa membayangkan sorga yang ada unsur kematian disana). Posisi Anda percaya atau tidak percaya tak akan merubah kebenaran bahwa Yesus-Mesias itu kekal adanya. Namun hal itu perlu dikatakan Yesus kepada Anda dan saya hanya karena satu sebab:
“Aku mengatakan hal ini supaya kamu diselamatkan” (Yohanes 5:34). yaitu beroleh selamat karena percaya kepadaNya sebagai Yang Mahakuasa!

ADAKAH YESUS DISEMBAH MANUSIA (SEPERTI LAYAKNYA ALLAH?)

Belum puas menggugat Yesus, akhirnya para skeptis pun bertanya demikian: “Jika Yesus merasa diriNya Allah. adakah Yesus minta diriNya disembah?” Terus terang tuntutan para skeptis ini sungguh lelucon tersendiri. Tahukah para skeptis ini bahwa orang Yahudi dikala itu selalu tahu bahwa yang dinamai Tuhan itu hanya jikalau la disembah. Dan apa atau siapa yang disembah sujud, itulah (dianggap) Tuhan! Itu adalah definisi sejak manusia berhubungan dengan Tuhan Itu bukan berita khusus bagi kaum Yahudi. Tuhan disembah bukan karena Dia yang pertama-tama menuntut, melainkan akibat dari kedahsyatan kuasa dan kemuliaanNya, yang menggentarkan hati manusia, maka Ia dipercayai, diakui diandalkan. ditakuti dan dihormati dalam hidup dan sesembahan kita.

Allah Abraham, Ishak, dan Yakub!
Namun Tuhan itu tetaplah Tuhan sekalipun tidak ada orang yang menyembahNya. Maka yang terutama dituntut Tuhan adalah janganlah menyembah kepada Tuhan selain YHVH, yaitu Tuhan yang selalu diistilahkan oleh Allah sendiri secara baku sebagai Tuhan Abraham, Ishak, dan Yakub! Yaitu Tuhannya nabi-nabi yang hidup, bukan Tuhannya orang-orang yang mati atau nabi palsu (Markus 12:27).

Dizaman Musa. Tuhan sendiri memerintahkan untuk “Jangan ada padamu allah lain dihadapan Ku” . Yang dituntut Tuhan kepada orang percaya bukanlah semata-mata “sembahlah Aku”. tetapi penyembahan ekslusif yang tidak bersandingan dengan menyembah tuhan selainnya. Dalam penyembahan, Tuhan tak mau dimadu (lihat kesepuluh firman Tuhan pada Keluaran 20, Ulangan 5 di aseret-hadevarim-sepuluh-firman-vt224.html#p473)

Sekarang, bila Yesus harus memerintahkan orang-orang sezamanNya untuk sujud-menyembah Dia, maka sesungguhnya perintah tersebut tidak ada signifikansinya samasekali. Kepada siapakah Dia perlu-perlunya berseru begitu? Orang-tak-percaya (seperti ahli Taurat dan kaum Farisi) tetap tak akan sujud-menyembah Yesus sebelum mereka percaya. Sementara orang-percaya, memang sudah menyembah Yesus sebagai konsekwensi kepercayaan mereka akan ketuhananNya (lihat προσκυνεω – PROSKUNEÔ dibawah ini). Maka Yesus Tuhan. tidak merasa perlu meminta-minta orang Yahudi untuk sujud-menyembah Dia. Itu tidak berguna samasekali. Malahan jadi aneh. seperti orang-gila- hormat dan bodoh. Kebodohan mana akan mengundang resiko politik dan sosial dikala itu (dari musuh-mush Yesus) yang akan langsung mengancam kelangsungan misi penginjilanNya.

PROSKUNEÔ (sembah-sujud), kepada Bapak atau Anak?

Disini, logika dan tuntutan “sembahlah Aku” dari orang-orang skeptis seharusnya dijungkir-balikkan 180 derajat. Lihat, Yesus tidak pernah meliciki musuh-musuhNya,
apalagi murid-muridNya. Dia tidak melagak mengutarakan suatu rahasia Allah, alau sebaliknya menyembunyikannya secara tidak benar. Ia mengajarkan kita. “Jika ya. hendaklah kamu katakan ya; jika tidak, hendaklah kamu katakan tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat” (Matius 5:37). Untuk sesuatu hal yang perlu diketahui oleh pengikutNya. namun yang tidak dikenal oleh kapasitas manusia. Yesus selalu terus terang berkata apa adanya kepada murid-muridNya: “Jika tidak demikian. tentu Aku mengatakannya kepadamu” (Yohanes 14: 2).

Jadi dalam kasus diatas. bila Yesus benar hanya seorang Guru atau abi dan bukan Tuhan, maka Ia pasti dan harus berteriak lantang: “Aku bukan Tuhan, jangan sembah Aku!” Bahkan teriakan ini harus dilakukan segera dan ber-ulang-ulang demi mencegah jangan ada seorangpun yang sampai mempertuhankan dan menyembah diriNya. Soalnya dosa ini adalah dosa yang amat serius (yang diperingatkan secara amat khusus). ketimbang dosa yang tidak menyembah Tuhan karena ia tidak tahu itu Tuhannya! Bagaimanapun Yesus dan BapaNya, harus bertanggung jawab atas “keterlaniuran pentuhanan Yesus akibat dari kehebatan mujizat yang ditampilkanNya. Bahkan Maria tidak akan tinggal diam atas kesesatan manusia karena kasus Anaknya.

Yesus dan Maria pasti akan berseru mengkoreksi
Yesus pasti akan berseru mengkoreksi persepsi manusia yang sesat: “Awas, Aku bukan Tuhan, jangan sembah Aku. Yang sudah terlanjur, segera bertobatlah!”. Dan Maria, ibuNya, wanita paling saleh dan paling tahu siapa itu Sang Anak, tentu akan berseru: “Bukan. Yesus bukan Tuhan bukan Anak Allah. Ia anak saya saja!”

Gaung protes Maria bersama-sama Yesus tentu akan sangat luas dan vokal memenuhi seluruh rumah ibadat Bait Allah, bahkan seluruh Galilea dan Yudea … Namun itu hanyalah isapan jempol belaka. Diseluruh Injil. tak pernah dijumpai dokumen absah dimana disebutkan Yesus itu bukan Tuhan. Yesus itu bukan Anak Allah! Yesus sebaliknya tak pernah melarang siapapun untuk menyembahiNya. Ia malahan mengizinkan diriNya disembah sebagaimana Allah disembah Dan fakta-fakta justru menunjukkan betapa banyak orang-orang beriman melakukan penyem¬bahan kepada Yesus. yang tak satupun ditolakNya.

Kata Yunani yang dipakai un uk penyembahan Allah Bapa yaitu προσκυνεω – PROSKUNEÔ. Penyembahan ini tidak bisa lain karena Allah itu Maha-mulia yang tidak dimiliki dan tidak pernah diberikan kepada siapapun lainnya (Yes 42:6) Namun justru Bapa dan Yesus adalah oknum-oknum yang saling mempermuliakan satu terhadap lainnya dengan kemuliaan yang sama [Yoh 13:31; 17:1. 5: Mat. 16:27) Itu sebabnya proskuneo yang sama kepada Allah Bapa terbukti dipakai pula untuk penyembahan Yesus diseluruh Perjanjian Baru misalnya:

– Seorang sakit kusta (Matius 8:2).
– Seorang kepala rumah ibadat (Matius 9: 18).
– Seorang buta (Yohanes 9:38).
– Seorang perempuan Kanaan (Matius 15:25).
– Maria Magdalena (Matius 28:9).
– Murid-murid Yesus (Matius 28: 17).
– Orang-orang majus (Matius 2:11).
– Para malaikat (Ibrani 1 :6) dll.

Bahkan kitab Wahyu mencatat bahwa sembah sujud yang Bapa terima adalah sama persis dengan sembah-sujud yang Yesus terima (bandingkan Wahyu 4:10; 5:1l-14).

Lihat Artikel terkait :
ADAKAH YESUS PERNAH BERKATA “SEMBAHLAH AKU”?, di adakah-yesus-pernah-berkata-sembahlah-aku-vt754.html

KAPAN YESUS PERTAMA DISEMBAH?, di kapan-yesus-pertama-disembah-vt82.html#p167

KESIMPULAN YANG AMAT KASAT MATA

Dengan sederetan fakta-fakta diatas. tampak Yesus Sang Anak, telah menunjukkan jati-diriNya yang inklusif kedalam keilahian BapaNya. Kita tidak akan menemukan lagi sosok lain manapun (termasuk malaikat dan nabi terbesarpun) yang berani mengklaim persenyawaanNya dan pemilikanNya dan kehormatanNya menyatu dengan Allah Bapa. seperti yang kita lihat pada Yohanes10:30: 14: 7.9; 17: 10: 5:23:

“Aku dan Bapa adalah satu” (Yohanes 10:30)

“Segala… milikMu (Allah Bapa) adalah milikKu” (Yohanes 17:10)

“Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti juga kamu mengenal BapaKu …. ” (Yohanes 14:7)

“Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa … ” (Yohanes 14:9)

“Supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa” (Yohanes 5:23)

Melihat dan mengenal Allah adalah dan hanyalah melalui melihat dan mengenal Yesus Kristus. Dan penghormatan dan penyembahan yang manusia berikan kepada Allah harus disetarakan sama seperti kepada Yesus! Kenapa?

Karena. “segala aset dan kehormatan Allah adalah aset dan kehormatan Yesus”. Karena. “pada mulanya Firman itu bersama-sama dengan Allah. dan Firman itu adalah Allah …. dan karena .. Aku (Yesus) adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Firman Tuhan Allah yang ada. dan yang sudah ada. dan yang akan datang, Yang Mahakuasa” (Yohanes 1:1, Wahyu 1:8)

Itu sebabnya. Yesus justru tidak membantah ketika Ia dituduh meng-Allah-kan diriNya: “Engkau. sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diriMu sebagai Allah” . Dia malahan meneguhkan status “AllahNya” dengan cara yang khas, yaitu mengkonfirmasikan ke-Allahan-Nya dengan bertanya balik yang mematikan pendakwa Nya (baca Yohanes 10:33, dst).

Satu Tanggapan

  1. […] ADAKAH YESUS MERASA DIRINYA ALLAH Posted on 5 May 2010 by Triani Isi artikel ada di sini. This entry was posted in Tak Berkategori. Bookmark the permalink. Follow any comments here with […]

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: