VI. Apa Perlunya Allah Menyerahkan Nyawa Yesus Untuk Penebusan Dosa? Bukankah Allah Bisa Mengampuni Saja?

Mengampuni?
Apa yang ada dibenak Anda dengan istilah mengampuni”?
Yesus mensyaratkan pengampunan dalam arti yang amat mendasar, yaitu keharusan bagi sipengampun untuk membayar harga, harga tebusan!

Allah yang Maha Kuasa memang berkuasa mengampuni kita disetiap waktu, namun dosa kita tidak bisa diampuni begitu saja karena Allah juga adil dan konsekwen dengan hukum-pokok keadilanNya, yaitu harus menghukum setiap dosa yang kita perbuat. Disatu pihak Dia Yang Maha Kasih mau dan bisa mengampuni. Tetapi dilain pihak Dia Yang Maha Adil harus menghukum sipendosa secara konsekwen. Ia tidak mungkin Maha Adil apabila hanya sekedar “melupakan” atau “membiarkan” kesalahan seseorang tanpa mempertanggung-jawabkannya dengan suatu harga, yang disebut penebusan.

Anda bertanya. kenapa ada harga yang terlibat?

Ya, pemahaman kita atas azas pengampunan cenderung larut menurut arti populer saja, bukan arti murninya. Untuk mencernakannya kembali, kini pikirkanlah ada seorang anak Anda yang berbuat-dosa terhadap Anda, misalnya ia memberontak dan membakar tas kantor Anda. Andapun marah.
Kenapa? Karena Anda merasa dirugikan oleh perbuatan tersebut. Akhirnya sang anak sadar akan kesalahannya dan minta pengampunan dari Anda, dan Anda rela untuk mengampuninya.

Mengampuni adalah rela membayar harga tebusan
Ketika anda rela mengampuninya, itu IDENTIK dengan anda rela menyedot dan membayar harga kerugian yang tadinya anda rasakan, yaitu kerugian moril maupun materiil. Anda mengampuninya dengan jalan menebus harga tersebut! Jadi, dalam setiap pengampunan ada harga yang harus dibayar, yang menuntut suatu penebusan!.

Kini, karena sudah ditetapkan Allah sendiri bahwa setiap pelaku dosa harus dihukum mati dalam kekekalan (dengan istilah “upah dosa adalah maut”, Kejadian 2:17, Roma 6:23), maka manusia tidak mungkin bisa membayar harga sebesar itu dengan usaha amal-ibadah atau cara apapun. Itu sama halnya dengan hukuman mati di pengadilan yang tak bisa dilunaskan dengan jasa apapun yang pernah dibuat oleh si terhukum!
Diperlukan pertolongan dan kekuatan dari luar sebagai penyelamat atau penebus.
Dicontohkan satu kasus tebusan sebagai berikut :

Ada cerita tentang seorang wanita muda yang tertangkap di diskotik ketika sedang diadakan razia narkoba oleh aparat negara. Ia dihadapkan ke meja-hijau. Jaksa penuntut membacakan dakwaan dan tuntutan. Maka, sang Hakim-pun bertanya kepada si tertuduh : “Anda bersalah atau tidak bersalah?”
Gadis tersebut mengaku bersalah, minta ampun dan ingin bertobat. Namun sang Hakim yang adil itu tetap mengetuk palunya mendenda Rp. 10,000,000.– atau penjara 3 bulan. Tiba-tiba terjadi hal yang mengagetkan semua orang dalam sidang tersebut. Sang Hakim turun dari kursinya sambil membuka jubahnya. Ia segera menuju kursi si terhukum, mengeluarkan uang 10juta dari tas-nya untuk membayar denda si gadis. Mengapa? Ternyata sang hakim tersebut adalah bapak dari si gadis. Walau bagaimanapun cinta yang bapak kepada anak-gadisnya, ia tetaplah Hakim yang adil dan tidak bisa berkata : “Aku mengampuni kamu, karena kamu menyesal dan bertobat”. Atau mengatakan : “Karena cintaku kepadamu, maka Aku mengampuni kesalahanmu”.

Hukum keadilan tidak memungkinkan sang Hakim mengampuni dosa anaknya dengan sesukanya “tanpa prosedur harga”. Maka ia yang begitu mengasihi anaknya bersedia turun dari kursi dan menanggalkan jubah kehakimannya, lalu menjadi wali untuk membayar harga denda. Inilah jalan satu-satunya bagi seorang hakim yang adil untuk memberi pengampunan bagi seorang terhukum yang dikasihinya

Dan inilah analogi untuk Yesus Kristus yang menanggalkan jubah keilahianNya dan turun ke dunia menjadi manusia demi untuk membayar harga MAUT di kayu salib, yang tidak sanggub dibayar oleh si pendosa sendiri yang sudah terhukum mati. Yesus telah mengatakannya secara lurus, tanpa usah tafsiran, bahwa ‘Anak Manusia (Yesus) datang untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan (nyawa) bagi banyak orang’ (Markus 10:45).

Maka hak-qisas (hukum pembalasan yang setimpal) terhadap hutang nyawa, kini dipenuhi dalam kematian Yesus bagi manusia : “nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan… luka ganti luka, bengkak ganti bengkak” (Keluaran 21:24). Demi menebus kematian Anda dan saya!.

Allah bebas tidak terbatas? Menghalalkan segala cara demi kasihNya

Disini, teologi agama-agama yang tidak mengenal konsep penebusan Yesus (tidak mengimani anugerah Ilahi), melainkan hanya menganal konsep usaha diri dalam mencari ridha Allah lewat ibadah-amal-pahala, akan menemui dilema yang besar. Mereka tidak mempunyai cara apapun untuk merekonsiliasikan kedua sifat Allah yang saling menentang, yaitu Maha Kasih versus Maha Adil.

Bagaimana Allah bisa-bisanya Maha Kasih (yang mengampuni dosa), padahal Ia juga Maha Adil(yang menghukum dosa), sungguh kontradiktif!

Sebab, jikalau Allah menghalalkan diriNya secara bebas dalam mengampuni, semata-mata karena Ia Maka Pengasih dan penyayang, maka tentulah Ia Non-Adil, karena berkolusi, dengan tidak menghukum dosa yang seharusnya tidak dihukum. Pengampunan model begini adalah keputusan tanpa dasar apapun kecuali sewenang-wenang. Allah yang Maha Adil, Maha Benar dan Suci itu sungguh tidak bisa begitu saja menyebut “putih” atas sesuatu yang sebenarnya “hitam”. Hukum dan Jalan Allah itu lurus, dan itu yang menjadikan diri Allah terbatas, karena Ia tidak bisa keluar batas dengan mengingkari diriNya sendiri (2 Timotius 2:13).

Walau demikian, masih banyak orang menafsirkan bahwa Allah itu adalah Pencipta Hukum. Jadi Dia berdaulat dan berdiri sepenuhnya diatas hukum, tidak ada yang bisa membatasi Allah!.
Namun, Alkitab menjelaskan bahwa Tuhan “dibatasi” oleh hakikat keberadaanNya sendiri, bukan oleh pihak luar manapun. Dia sepenuhnya dapat dipercaya dan konsisten dengan Apa yang diucapkanNya. Dia selalu berkiprah dalam jalur/ batas ucapan dan hukumNya.

Dia tidak berdiri di atas Hukum.
Melainkan diriNya adalah HukumNya, dan HukumNya adalah diriNya.

Dia tidak berubah, dahulu, sekarang dan selamanya!
Maka, Firman Allah itu selalu benar dan kekal, tak ada ayat-ayat susulan yang bisa membatalkan atau menggantikan ayat-ayat terdahulu. Allah yang Maha Tahu dan Benar tidak mengkoreksi diriNya sendiri, dengan alasan apapun!
Makin Dia mengkoreksi, dan makin memberi alasan, makin bukan Allah-lah Dia.

15 Tanggapan

  1. Renungan yang menyejukkan hati.

    salam

  2. Emang susah kalo dogma kosong menyelimuti jiwa. Diakhirat kelak kalian akan tahu siapa yesus yg kalian pertuhankan itu

  3. Qur’an tidak bertentangan dengan akal dan fikiran manusia.
    Itulah sebabnya Islam sangat menghargai akal dan fikiran
    yang sehat. Kaidah Islam tidak dapat menerima doktrin “Tiga
    tetapi satu,” sebab tiga tetapi satu bertentangan dengan
    ratio. Ummat Islam sama sekali tidak dapat memahami
    bagaimana Paus, seorang manusia, dapat menjabat Wakil
    Tuhan(Ficarius Filii Dei). Paus mewakili urusan Allah untuk
    dunia ini, memberikan amnesti, abolisi dan grasi atas ummat
    manusia yang berdosa dengan mandaat sepenuhnya dari Allah.
    Demikian pula, kalau kami yang tidak tahu menahu akan
    perbuatan Adam harus memikul dosa Adam. Dan akal lebih tidak
    bisa menerima lagi, kalau Allah yang pengasih penyayang itu
    akhirnya lalu menghukum mati anaknya sendiri demi menebus
    dosa Adam dan anak cucu Adam. Maka itulah Islam tidak
    mengakui dosa keturunan, juga tidak mengakui adanya
    “Sakramen pengakuan dosa” yang memanjakan manusia dan
    mengajar manusia untuk tidak bertanggung jawab itu.

    ini yang harus direnungkan saudaraku.

    • Mas, jangan melakukan Islamisasi di sini.

  4. yang jelas…dogma-dogma tersebut telah banyak memakan korban yang sampai saat ini belum bisa dijawab dengan baik oleh siapapun karena memang bertentangan dengan akal sehat manusia.

    • Dogma kosong yang bagaimana, mas? Apa tulisan di atas membuat banyak korban?

  5. Maka itulah Islam tidak
    mengakui dosa keturunan, juga tidak mengakui adanya
    “Sakramen pengakuan dosa” yang memanjakan manusia dan
    mengajar manusia untuk tidak bertanggung jawab itu.

    Dosa turunan seperti apa maksud anda ???, dosa yang diturunkan yachhh ??? klo gitu anda salah besar !!!!!.

    Memanjakan manusia ???, sekali lagi anda salah…..pengikut Kristus justru disuruh untuk ikut memikul salib dalam kehidupan sehari-hari sebagai pernyataan bahwa mereka Pengikut Kristus…dan seperti yang anda tau “memikul salib” itu berat bro…..

    “Tidak bertanggung jawab” apa maksud anda brooo….saya ingin tahu bagaimana cara anda mempertangungjawabkan dosa2 anda yang selangit itu di hadapan TUHAN…??!!!!

    Dengan amal perbuatan baik andakah ????!!!!
    BERHENTI JADI ORANG MUNAFIK KAWAN !!!!!!!
    Perbuatan baik apa yang bisa dibanggakan oleh manusia selain daripada dosanya yang menumpuk ????
    Boro-boro menambah amal, yang ada malah manusia cenderung menambahi dosanya setiap hari !!!!….

    Jadi sebelum anda berbicara mengenai amal2 anda, nahh…silahkan bercermin sobatt…..lihat dulu dosa-dosamu….agar kaupun tahu bahwa kau membutuhkan Penebusan !!!!!

    GBU

  6. Weleh-weleh neng Triani ngambek nih……

    Sory gue cuma kasih komentar dikiiiit.
    kalau gak ada yang komentar blog Triani sepi, kagak seru,
    lantas Triani bikin blog ini buat apa neng ?

    Kalau gue gak boleh mampir di blog ini ama neng Triani, gak apa-apa, bukankah seorang tamu sepatutnya harus dihormati.

    Siapa tau seorang tamu itu membawa rizky…….hehehehehehehe….

  7. @ Triani yang saya hormati……..

    Saya mau bertanya kepada neng Triani…..Apakah ada hubungannya,
    blog ini dengan blog “INDONESIA EX-MUSLIM FORUM” telling the truth about Muhammad and Islam.

    Trms.

  8. @ Penjelajah…..

    Anda katakan…
    Dosa turunan seperti apa maksud anda ???, dosa yang diturunkan yachhh ??? klo gitu anda salah besar !!!!!.

    JWB:
    kata pendeta, dosa warisan ini tak boleh hilang kecuali dengan meng-akui Yesus sebagai Tuhan yang menanggung dosa seluruh manusia dengan cara mati mengucurkan darah di tiang kayu salib.
    Kalau anda seorang kristen pasti mengalami di baptis selagi anda masih bayi, itu tujuannya untuk apa ?

    Anda katakan…..
    “Tidak bertanggung jawab” apa maksud anda brooo….saya ingin tahu bagaimana cara anda mempertangungjawabkan dosa2 anda yang selangit itu di hadapan TUHAN…??!!!!

    JWB:
    Kalau seorang muslim, siapa yang berbuat dosa itu ditanggung sendiri,mempertanggung jawabkan apa yang dia perbuat.dan minta pengampunan/bertobat,kepada Tuhan.dan berjanji tidak akan mengulangi lagi apa yang diperbuat.insya allah, Tuhan akan mengampuni dosanya,walaupun dosanya itu sebanyak buih di lautan.

    Tapi kenapa orang kristen dosanya dilimpahkan kepada Yesus,
    Dan katanya Yesus harus menanggung beban dosa-dosa manusia,
    Apa salah-nya Yesus, sehingga dia menanggung dosa-dosa manusia ?
    Anda yang enak berbuat dosa, malah Yesus yang menanggung.
    Bagaimana kalau Yesus menolak ?
    Bukankah Yesus mengatakan “Orang yg berbuat dosa, itu yg harus mati. Anak tidak turut menanggung kesalahan ayahnya & ayah tidak turut me-nanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, & kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya” Yehezkiel 18:20.
    Islam sejalan dengan perkataan Yesus,bukankah begitu broo.

    Anda katakan….
    Dengan amal perbuatan baik andakah ????!!!!
    BERHENTI JADI ORANG MUNAFIK KAWAN !!!!!!!
    Perbuatan baik apa yang bisa dibanggakan oleh manusia selain daripada dosanya yang menumpuk ????
    Boro-boro menambah amal, yang ada malah manusia cenderung menambahi dosanya setiap hari !!!!….

    JWB:
    Islam mengajarkan “BERBUAT BAIK” kepada sesama manusia itu diharuskan, dan harus “BERAMAL SALEH” saling tolong menolong sesama manusia.
    Perbuatan “BAIK” itu harus di banggakan, Jangan membanggakan perbuatan yang tidak “BAIK” itu menyalahi aturan Tuhan.
    Tuhan tidak menambahi dosa, selagi manusia itu hidup berpegang teguh di jalan kebenaran yang di ridohi Tuhan.

    Anda katakan….
    Jadi sebelum anda berbicara mengenai amal2 anda, nahh…silahkan bercermin sobatt…..lihat dulu dosa-dosamu….agar kaupun tahu bahwa kau membutuhkan Penebusan !!!!!

    JWB:
    Saya tegaskan kepada anda, Saya tidak perlu penebusan dosa yang dilimpahkan kepada Yesus.
    Saya tidak mengatakan bahwa saya ini bersih dari dosa, semua manusia pasti mempunyai dosa,di dalam agama islam setiap hari harus lima kali di baptis,wudhu sebelum sholat, untuk membersihkan diri dari dosa,
    Sedangkan anda di baptis, seumur hidup sekali, itupun di ceburkan dikali di tenggelamkan oleh Pastor, setelah muncul dari permukaan air,Bersihlah semua dosa itu.
    Apa bedanya anda setiap hari mandi dikali.

  9. @ Penjelajah….

    Anda katakan….
    Memanjakan manusia ???, sekali lagi anda salah…..pengikut Kristus justru disuruh untuk ikut memikul salib dalam kehidupan sehari-hari sebagai pernyataan bahwa mereka Pengikut Kristus…dan seperti yang anda tau “memikul salib” itu berat bro…..

    JWB:
    Di suruh siapa ?
    Pernahkah Yesus menyuruh umatnya untuk memikul salib ? Tidak pernah mengatakan !!!
    pernahkah sekali anda memikul salib, sehingga anda mengatakan “berat” ? Belum pernah !!!

    Anda jangan mengada-ada, kalau Yesus tidak mengatakannya.

    “Salam Damai untukmu kawan”

  10. ¥Goentoer

    Blog ini tidak ada hubungannya dengan blog manapaun. Saya membuatnya sendiri atas keinginan saya sendiri. Saya juga masih perlu banyak belajar tentang kekristenan. Dan karena itulah saya buat blog ini, karena ingin dapat masukan dari teman-teman Kristiani bukan menjadi ajang debat Kristen Vs Islam.

  11. Saya minta Maaf atas perkataanku yang menyakiti umat kristen.
    semoga anda semua memaafkan kesalahanku.
    oke saya akan berhenti berdialog masalah agama di blog ini.

    Saya kira blog ini,ada hubungan dengan blog,“INDONESIA EX-MUSLIM FORUM” telling the truth about Muhammad and Islam.
    sekali lagi saya “minta maaf” atas kesalahanku,
    Saya doakan semoga anda gembira selalu. Salam damai untuk semua.

  12. saya tidak mengenal islamisasi. dalam khalangan umat islam beramal itu harus ihklas kalau tidak ya nggak ada gunanya.
    maaf kami semua mengundurkan diri sama seperti saudara @goentur.

    pesan saya carilah kebenaran itu yang sebenar2nya. Saya dari pertama juga tidak mau berdebat karena tidak ada gunanya.

  13. Maaf, mas-mas sekalian. Saya tidak berniat untuk mengusir, siapapun boleh masuk. Hanya saja, saya agak kaget karena mendapat komentar-komentar yang menyerang Kristen padahal saya tidak memuat artikel yang menyerang Islam.

    Islam seringkali menuduh Kristen telah melakukan kristenisasi, tapi yang saya lihat di sini justru upaya-upaya Islamisasi yang muncul.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: