II. KENALI YANG BENAR, MAKA ENGKAU TAHU YANG PALSU

Injil sepenuhnya mengangkat isyu-isyu kehidupan manusia yang super komplex dan kontroversial, sejak 2000 tahun yang lalu. Namun mengherankan bahwa tidak satupun dari pesan-pesan pengajaranNya itu menjadi kuno, atau tidak aktuil lewat waktu, apalagi melisut dan menghilang! Sekalipun ada sejumlah kalimat Yesus yang tidak mudah dimengerti, namun tidak ada kalimat-Nya yang harus “diatur-atur dan dicocok-cocokkan” kedalam kehidupan modern yang pluralistis! Kita bahkan tahu bahwa cikal bakal demokrasi, humanisme dan universalisme dunia dewasa ini justru ter-inspirasi dan berasal dari pesan-pesan Yesus itulah.

Dewasa ini banyak sekali orang yang belum pernah membaca Injil, namun asyik menekuni daftar dari sejumlah ayat-ayat rujukan yang mengkritik Injil Yesus. Para pengkritik ini bahkan berani mengambil kesimpulan-mati bahwa Injil itu kuno, tidak relevan, tak bisa dipercaya, karena merupakan produk 2000-an tahun yang lalu. Tetapi nasihat terbaik buat mereka adalah, bacalah sendiri kitab Injil Yesus, agar dapat memahami kenapa berjuta-juta hati manusia – dalam kepahitan, hampa dan putus asa- telah dihibur, dipulihkan, dan dikuatkan oleh InjilNya. Betapa hati manusia yang “membatu” dan terbelenggu telah dicairkan dalam tangisan pertobatan yang mengharukan, yang diubahkan menjadi baru dan penuh pengharapan. Betapa kasih dan wibawa Yesus yang penuh jamahan perasaan telah menyentuh kerinduan manusia yang terdalam. Ajaran moral dan etika yang paling tinggi ini telah memberikan kedamaian hati, serta memancarkan hikmat bagi kehidupan, makna dan pemahaman akan kehakikian hidup yang sejati….

Ajaran Yesus tidak pernah layu atau diluar konteks zaman. Malahan sebentar lagi Anda akan menyaksikan hal yang sebaliknya. Yaitu bahwa kekuatan ajaranNya justru terletak pada kemurnian dan kehakikiannya, relevansi dan realitasnya ketika kebenaran makin dikaburkan oleh pelbagai ulah dan manipulasi manusia. Lihat betapa manusia dimana-mana terbelenggu dikuasai oleh kekerasan, kebencian dan dendam. Sedemikian tak berdayanya mereka untuk keluar dari belenggu kebencian itu sehingga hanya bisa dibebaskan dengan satu cara yang tidak mendatangkan “rasa bersalah” , yaitu meledakkannya dalam pembunuhan dengan mengatas-namakan Allah!

Licence to kill:
Namun Yesus tidak memberi peluang kepada siapapun untuk membunuh dengan alasan apapun. Makin si calon pembunuh mencari pembenaran diri, makin jauh ia tersesat. Dan tatkala ia membunuh dengan menyerukan dan mengatas-namakan Allah, maka ia telah tersesat sejauh-jauhnya!

Yesus sampai menyampaikan nubuatNya (ramalan suci) tentang hal ini, bahwa akan terjadi kebencian dan pembunuhan terhadap Dia dan para pengikutNya. Dan ternyata memang hal-hal itu terjadi, yang mana turut menandakan kebenaran ajaranNya. Ia berkata kepada murid-muridNya: “Mereka (dunia, orang fasik) membenci Aku tanpa alasan …. Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku daripada kamu …. Akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah” (Yohanes15:25, 18, 16:2).

Yesus tahu tatkala dunia tidak menemukan alasan untuk membenci diriNya, mereka akan menemukannya dengan pelbagai pendalihan dan rekayasa. Mereka akan mengkerdilkan peringkatNya, mengharamkan penebusanNya, atau beragresi dengan dalih defensi. Namun Yesus meluncurkan hukum keadilan baru untuk menggantikan hukum keadilan-pembalasan “mata ganti mata, gigi ganti gigi” (lex talionis). Suatu hukum yang paling efektif untuk mendamaikan semua pihak secara hakiki. Kita akan mengupasnya sebentar nanti.
Yesus menelanjangi pelbagai akal-akalan ego manusia dalam mengaburkan hukum-hukum Allah. Dia juga memurnikan hukum perzinahan, dan meluruskan poligami. Dia menetapkan kasih sebagai Hukum Yang Terutama yang paling mendasar, luhur, dan universal sifatnya. Hingga kini, tak ada ayat suci manapun yang dapat disejajarkan dengan keluhuran dan kehakikiannya.

AjaranNya adalah Firman (kalimatNya, perkataan-Nya), yang mengatasi semua ciptaan (langit dan bumi), kekekalan yang abadi, dan penuh otoritas ilahi. Ia berkata:
“Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu” (Markus 13:31).

Jadi, selidikilah terlebih dahulu ajaran Yesus secara benar. Pepatah mengatakan:
“Kenali yang benar, maka engkau tahu yang palsu”. Jaman sekarang ini orang mudah sekali percaya pada slogan, simbol, dan penampilan yang terkemas aksi dan heroik, walau kosong tidak bersubstansi, apalagi hakiki.

Satu Tanggapan

  1. […] YANG BENAR MAKA ENGKAU TAHU YANG PALSU Posted on 5 May 2010 by Triani Isi artikel ada di sini. This entry was posted in Kristen. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS […]

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: