I. TUJUH CATATAN BAGI AJARAN SANG GURU

Di abad pertama, dari satu dusun kecil di Nazaret, tampil seorang laki-laki berumur 30 tahun. Ia anak dari seorang tukang kayu yang bernama Yusuf. Namun dilahirkan oleh Maria yang masih perawan, lewat sebuah proses kehamilan non-benih-biologis yang teramat rumit.

Perawakan fisiknya tidak diketahui, namun “perawakan hatinya” dilukiskan secara penuh. Kepadanya diberi satu nama dan sejumlah gelar yang asing bagi telinga manusia.
Diberikan bukan oleh orang tuanya, melainkan oleh seorang mahluk dari alam lain yang amat berwibawa. Anak laki-laki ini tumbuh tanpa mendapat pendidikan dari guru-agama manapun. Guru Besar Gamaliel tidak mengenalnya. Namun tiba-tiba dan sekaligus Ia tampil sebagai Maha-Guru dan Dokter spesialis ilmu kehidupan yang paling ulung. Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkannya. Ia hanya mengajar dan berpraktek dalam kurun waktu 3 tahun. Spiritual, moral dan etika tertinggi adalah topiknya. Namun ia amat dibenci, dimata-matai, dijebaki, sampai dikhianati. Dan akhimya Ia dinyatakan bersalah walau tanpa diadili dan tanpa bukti.

Ia diperlakukan sebagai penjahat terbesar, dianiayai, dihukum mati dengan penyaliban, bukan karena apa (yang dilakukan), tetapi karena SIAPA DIA. Namanya: YESUS!

Catatan Satu

Socrates mengajar selama 40 tahun.
Plato 50 tahun.
Aristoteles 40 tahun.
Namun Yesus hanya 3 tahun!

AjaranNya dalam, namun sederhana, untuk orang-orang sederhana.
Apa yang diwariskan Yesus kedunia selama pelayanan 3 tahun itu melewati apa yang dapat diwariskan seluruh filsuf dan guru-guru terbesar dijadikan satu disepanjang abad. Fakta kecil ini sekaligus sudah menempatkan Yesus dalam jajaran Maha-Guru Terbesar.

Catatan Dua

Yesus menyampaikan ajaranNya kepada manusia. Lalu ditulis dan dibukukan dalam sebuah kitab yang sakral dan berwibawa. Yesus sendiri tidak menulis ajaranNya, walau la cakap menulis. Masa pelayananNya didunia amat singkat, dan Dia tidak akan menghabiskan waktuNya untuk menulis. Ia bahkan tidak perlu mengawasi penulisan, atau menyuruh orang-lain untuk menuliskan ajaran-Nya. Bukankah itu aneh? Sama sekali tidak! Alasannya sangat mendasar. AjaranNya yang disebut Injil (yaitu “Kabar Baik” , penyelamatan bagi segenap bangsa) itu terlalu berwibawa untuk bisa didiamkan dan dibendung. Yesus tahu Injil akan ditulis oleh murid¬muridNya kelak SETELAH mereka (dan calon-calon pembacanya) dibukakan mata-batinnya oleh Roh Kudus (Yohanes14:26; 16: 12, 13; 1 Korintus 2: 13). Dan itulah yang terjadi! AjaranNya dibukukan, dan telah memberkati ber miliar hati manusia disepanjang zaman. Kitab yang memberi rahmat ini telah menjadi bacaan renungan dan kupasan yang paling luas diseluruh muka bumi. Kini telah diterjemahkan kedalam 1200 bahasa/ dialek dunia. Suatu prestasi tiada tanding!

Catatan Tiga

Ajaran yang ter mulia tidak akan ada nilainya, bilamana sipengajarnya sendiri tidak berperilaku mulia seperti yang diajarkan. Tetapi Yesus bukan hanya mengajar, melainkan sekaligus mencontohkannya- dalam karakter-karakter, perilaku dan karyaNya. Apa yang keluar dari mulutNya, itu yang diwujudkanNya. Bahkan apa yang terucapkan untuk masa mendatang, itupun terjadi tanpa kecuali! Itu yang disebut orang sebagai pe-nubuat terhadap hal-hal yang akan datang! Keselarasan antara ajaran dan perilaku, antara ucapan dan perbuatan, antara nubuat dan penggenapannya, sungguh merupakan sebuah kesaksian-diri Yesus yang mustahil dapat diduplikatkan Guru lainnya.

Catatan Empat

Setiap kali Yesus muncul mengajar secara terbuka, Ia otomatis menarik perhatian ribuan orang yang datang berhimpun, berjejal-jejal untuk mendengar pengajaranNya. Tidak ada panitia-panitia-an yang dibentuk untuk menarik masa. Tidak perlu alat-bantu semisal sound system untuk menembuskan suaraNya hingga ketelinga barisan paling belakang.

Ia melakukannya secara solo! Ia bahkan tidak memerlukan bendahara dan seksi-konsumsi ketika Ia sendiri menggelar kan sebuah perjamuan spektakuler kepada 5.000 orang laki-laki dewasa (belum termasuk perempuan dan anak-anak) yang tengah lelah dan kelaparan. Setiap hari, selama 1000-an hari, Ia mengajar dan berkarya non-stop, termasuk karya-karya mujizat yang “mustahil” bagi mata dan otak manusia. Dari pagi hingga malam, dari Galilea hingga Yudea, Yesus berjalan kaki berkeliling dari kota kekota dan dari desa kedesa sambil mengajar (Lukas 13:22). Ia menjelajahi seluruh pelosok untuK mencari dan menyelamatkan “domba-dombaNya” (kita-kita) yang tersesat dan yang hilang. Ia berkata tentang diriNya selaku Anak Manusia yang selalu melayani walau tanpa fasilitas fisik apapun: “Serigala mempunyai liang, dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya.” (Matius 8:20). Siapa yang menyamaiNya?

Catatan Lima

Yesus bukan mengajar dan berkotbah seperti Guru-agama dan ahli Taurat, namun berkata-kata dalam kepenuhan kuasa. Inilah yang disaksikan dalam Injil:

“Takjublah orang banyak itu mendengar pengajaranNya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka” (Matius 7:28-29).

“Mereka takjub …. sebab perkataanNya penuh kuasa” (Lukas 4:32).

Suatu ketika para penjaga Bait Allah diperintahkan untuk menangkap Yesus. Tetapi mereka ternyata pulang dengan tangan hampa, bukan karena tidak bertemu dengan Yesus, atau gagal membekukNya. Mereka ditanyai oleh para pemimpin yang memberi perintah penangkapan: “Mengapa kamu tidak membawa Dia?”. Dan para penjaga menjawabnya:

“Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!” (Yohanes 7:46). Ya, setiap perkataan Yesus adalah wibawa tersendiri. Sekalipun Ia sering dihadapkan dengan banyak pertanyaan sulit dan penuh jebakan dari musuh-musuhNya, namun tak satupun itu dijawab dengan ragu, kabur, menanti-nanti, keliru, atau menyusulkan koreksi. Ia tidak menunggu wahyu baru bisa menjawab. Setiap perkataanNya adalah total-wahyu, disetiap waktu. Tidak ada yang bertele-tele, mubazir, harus diperbaiki atau digantikan. Semuanya menakjubkan para pendengarNya. Sekali kata-kata keluar dari mulutNya, itulah INJIL-Nya yang kekal! Ia berkata dengan kuasa:
“Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu” (Marrkus 13:31).

Catatan Enam

Ajaran Yesus yang terbesar adalah ajaran kasih. Kasih tingkat-tinggi, vertikal dan horizontal, universal, dan cross-emotional. Mengasihi Tuhan, sesama manusia, bahkan musuh-musuh yang menyakitkan: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Matius 5:44). Dan Dia pulalah yang membuktikan perbuatan kasih tingkat tertinggi kepada manusia. Ini dirangkumkan Yesus dalam istilahNya sebagai Gembala yang mengorbankan nyawa bagi domba-dombaNya:

”Aku memberikan nyawaKu bagi domba-domba Ku …. Aku memberikan nyawaKu untuk menerimanya kembali” (Yohanes 10:17).

“Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya, (dan) kamu adalah sahabatKu.” (Yohanes 15: 13).

Dan sejarah mencatat bahwa Yesus benar-benar memberikan nyawaNya diatas kayu salib demi manusia, dengan disaksikan oleh puluhan ribu saksi mata.

Memang Tuhan dari agama mana saja dapat mengklaim diriNya maha pengasih dan penyayang. Namun Tuhan manakah yang pernah membuktikan diriNya berkorban bagi umatNya? Hanya Yesus yang menyodorkan satu pembuktian antara ajaran kasihNya dengan perbuatanNya. Itulah pengorbanan nyawaNya diatas kayu SALIB.

Catatan Tujuh

Apa yang dapat dilakukan seseorang yang sedang dieksekusi dengan siksaan yang paling kejam? Ia dicambuk hingga luka-luka terkoyak disekujur badanNya. Sebuah anyaman mahkota-duri “dibenamkan” kepada kepalaNya, dan kepala itu dipukul dengan sebatang kayu. Kemudian Ia diserahkan kepada masa yang memperlakukan Dia semau-maunya. Sambil didera, Ia dipaksa jalan sembari memikul sebuah kayu salib berat hingga kebukit Tengkorak. Ia akhirnya tak kuat meneruskannya lagi, lalu terjatuh ditengah jalan …. Dibukit Tengkorak itulah, Dia disalibkan kekayu balok yang tadinya dipikulNya. Caranya? Dengan menghunjamkan paku-paku ukuran 6 inci kepada’ kedua kaki dan pergelangan tanganNya! Ketika kayu salib itu ditegakkan, maka tergantunglah Ia dalam keadaan luka parah, bercucuran darah, mengerang kesakitan, megap-megap kehausan dan kekurangan oksigen!

Produktif sampai mati

Di saat-saat terakhir pelepasan nyawa-Nya seperti itu, apakah orang tersebut masih peduli akan dunia, dan mampu menyelamatkan manusia? Mungkin itu hanya ada dalam mimpi saja. Namun, diatas kayu salib itulah, orang yang bernama YESUS, justru sempat memecahkan recor-dunia, mengukir sebuah moral dan katyanya yang terbesar dalam sejarah!

Lihat, seluruh masa telah kerasukan roh jahat untuk mengenyahkan Yesus. Begitu sengitnya kebencian orang-orang Yahudi akan Yesus sehingga lebih memilih bersumpah melaknati diri mereka sendiri ketimbang melepaskan Yesus dari hukuman salib. Mereka berteriak: “Salibkan Dia, salibkan Dia … Biarlah darahNya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami”. Kayu salib yang setia tidak bisa bicara, namun Yesus yang tersalib menyaksikan diriNya dengan satu moral, ajaran-pengampunan, yang tak ‘terhapuskan oleh sejarah. Ia berdoa kepada Sang Bapa, Allah disorga:

“Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34)

Lebih dari itu – berjuang ditengah kesakitan dan kesulitan bernafas yang sangat kritis sesaat sebelum nyawaNya tercabut- Yesus tetap produktif menyelamatkan seorang penjahat yang juga tersalib disampingNya. Sipenjahat ini menyesali dosanya. Ia menoleh dan bertobat kepada Yesus sambil memohon: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang (kelak) sebagai Raja.” (Lukas 23:42) Yesus dalam keadaan sekarat didetik-detik terakhir, masih peduli dan produktif sepenuhnya untuk menjadikan diriNya sosok Imanuel yang terpercaya bagi manusia, yaitu sosok “Allah menyertai kita”. Ia berkata dengan otoritas ilahi:

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan bersama-sama dengan Aku didalam Firdaus. ” (Lukas 23:43)

Ini bukan sebuah janji moga-moga, bukan juga janji kelak-kelak, bahkan bukan janji ‘boleh-boleh saja’. Tetapi janji kepastian, kini, hari ini, ‘engkau ber-sama-sama dengan Aku’.

16 Tanggapan

  1. makasih…bermanfaat sekali buat saya, sy copy ya..

    • Silahkan.

  2. 1. Ajaran Yesus hanya untuk orang Israel tidak boleh orang diluar Israel.
    2. Terlalu banyak isi injil yang bertentangan satu sama lain sehingga sulit menjamin keasliannya.
    3. Tidak ada injil dalam bahasa aslinya. Injil tertua dalam bahasa Yunani padahal Yesus tidak berbahasa Yunani.
    4. Terlalu banyak hal2 di dalam injil yang tidak dilakukan oleh umatnya. Mis. bersunat, tidak makan babi, berpuasa, beribadah di hari sabtu dll.
    5. Terlalu banyak hal2 yang dilakukan umatnya tapi tidak dilakukan oleh Yesus. Mis. merayakan natal, paskah, lambang salib, nama kristen, misa di hari minggu, dll.

    • 1. Ajaran Yesus hanya untuk orang Israel tidak boleh orang diluar Israel.
      =>Mas Agung,Matius 28:19,20 berbunyi: Karena itu pergilah, jadikanlah SEMUA BANGSA muridKu dan babtislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

      Ada alasan mengapa Yesus pernah melarang murid2Nya agar tidak menyimpang dari bangsa Israel, bahkan untuk menyatakan kepada umum bahwa Yesus adalah Mesias, pernah dilarang oleh Yesus. Hal itu terjadi karena Yesus sedang mempersiapkan murid2Nya untuk tugas memberitakan injil itu, barulah setelah Yesus naik ke surga dan Roh Kudus sudah datang, murid2 itu sah menjalankan tugasnya memberitakan injil keselamatan tersebut.

      2. Terlalu banyak isi injil yang bertentangan satu sama lain sehingga sulit menjamin keasliannya.
      =>Silakan tunjukkan pertentangan yang dimaksud, kita akan menbahasnya.

      3. Tidak ada injil dalam bahasa aslinya. Injil tertua dalam bahasa Yunani padahal Yesus tidak berbahasa Yunani.
      =>Injil adalah kabar keselamatan, yaitu Hidup dan Ajaran Yesus Kristus dalam rangka menebus manusia dari kutukan dosa. Semasa Yesus bersama dengan murid2, murid2 tidak mencatat hidup dan ajaran Kristus, barulah sesudah Kristus kembali ke surga dan murid2 pergi mengabarkan kabar keselamatan, cacatan itu dibuat. Tentanga bahasa yang digunakan untuk mencatatnya tidaklah menjadi masalah. Ibaratnya mas Agung adalah suku Jawa, tidaklah salah orang menggunakan bahasa diluar bahasa Jawa untuk menuliskan biografi mas Agung.

      4. Terlalu banyak hal2 di dalam injil yang tidak dilakukan oleh umatnya. Mis. bersunat, tidak makan babi, berpuasa, beribadah di hari sabtu dll.
      =>Mengapa hal itu mempengaruhi mas Agung untuk menjadi pengikut Yesus? Kalau mas merasa bahwa bersunat, tidak makan babi, berpuasa, dan beribadah pada hari Sabtu adalah tindakan yang benar, silakan lakukan itu, jangan melihat orang lain.

      5. Terlalu banyak hal2 yang dilakukan umatnya tapi tidak dilakukan oleh Yesus. Mis. merayakan natal, paskah, lambang salib, nama kristen, misa di hari minggu, dll.
      =>Merayakan Natal memang tidak dinajurkan oleh Yesus, yang dianjurkan adalah melakukan perjamuan suci sebagai pertanda penerimaan seseorang terhadap penebusan yang telah dilakukan.
      =>Perayaan Paskah juga tidak dianjurkan, karena perayaan paskah itu adalah perayaan kelepasan bangsa Israel dari perhambaan mesir yang melambangkan kelepasan umat manusia dari perhambaan dosa melalui penebusan yang dilakukan Yesus. Kalau sudah menerima penebusan yang dilakukan oleh Yesus, itu berarti sudah merayakan kelepasan dari dari perhambaan dosa.
      =>Juga lambang salib tidak dianjurkan, yang dianjurkan adalah memikul salib yaitu penderitaan akibat mengikut Yesus.
      =>Nama Kristen juga tidak dianjurkan untuk digunakan oleh Yesus. Nama itu mula mula muncul adalah sebagai nama ejekan bagi orang orang yang mengikut Kristus.
      =Keseluruhan itu, baik merayakan natal, merayakan paskah, membuat lambang salib, dan memakai nama Kristen tidaklah mengakibatkan dosa, karena itu tidaklah salah melakukannya.

      salam

  3. Apakah anda termasuk yang di metraikan itu ? tentu tidak saudaraku.
    Tetapi dalam pembahasan ini, kami tidak akan menyinggung tentang dogma-dogma tersebut, kami ingin mengkaji bahwa dalam Alkitab disebutkan pengikut Yesus yang akan masuk sorga hanyalah 144.000 orang saja, itupun hanya dari orang-orang Israel saja, selain dari orang-orang Israel tentu Yesus tidak mau bertanggung jawab. Ini menurut Alkitab.

    Melihat angka hanya 144.000 yang akan masuk sorga dari pengikut Yesus tentu memberikan tanda tanya besar, bagaimana dengan orang-orang Kristen yang jumlahnya dua milyard lebih di dunia saat ini. Apakah mereka akan masuk sorga ? seperti keyakinan mereka ?

    Menurut Alkitab, yaitu kitab yang mereka bawa-bawa tiap minggu ke gereja, tidak ada satupun pintu sorga yang akan menerima mereka, 12 pintu sorga yang dikisahkan dalam Alkitab hanya diperuntukkan bagi 12 suku Israel, karena pintu-pintu itu telah bertuliskan nama-nama 12 suku Israel, jadi bagaimana nasib pengikut-pengikut Yesus dari luar suku Israel yang tentu saja berharap masuk surga ?

    Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Injil Matius 15:24

    Bahkan Alkitab mengisahkan Yesus hanya mau mendo?akan orang-orang Israel saja, orang-orang diluar Israel Yesus tidak mau mendo?akan :

    Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan Kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu Injil Yohanes 17:9

    yang dimaksud ?mereka? dalam ayat tersebut ada-lah orang-orang Bani Israel, dan yang dimaksud Yesus tidak berdoa? untuk dunia adalah Yesus tidak mau mendoa?akan orang-orang non Israel, tentu saja Yesus hanya memimpin dan mengembalakan domba-domba yang tersesat dari kalangan bani Israel.

    Sebelum Yesus dilahirkan oleh Maria (Islam : Maryam), telah ada nubuat yang menyatakan bahwa Maria akan melahirkan seorang anak yang kelak akan menyelamatkan orang-orang Israel.

    ?Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Injil Matius 1:21

    yang dimaksud umatnya adalah orang-orang Israel saja, bukan orang Cina, bukan orang Amerika, bukan orang Indonesia yang akan diselamatkan oleh Yesus. Yesus memang hanya untuk Israel.

    Dalam Alkitab juga disebutkanbahwa Israel terbagi menjadi 12 suku :

    Itulah semuanya suku Israel, dua belas jumlahnya? Kejadian 49:28

    Dalam Alkitab disebutkan Yesus memilih dua belas murid yang diambil dari dua belas suku Israel untuk membantu dakwanya :

    Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia. Injil Matius 10:2-4

    Yesus dan murid-muridnya berdakwah hanya untuk dua belas suku Israel ini saja, Yesus melarang murid-nuridnya untuk berdakwa kepada orang-orang selain bangsa Israel :

    Ke duabelas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israil. Injil Matius 10:5-6
    Bahkan ada nubuat, kelak setelah hari kiamat yaitu hari penghakiman, dua belas murid Yesus tersebut ikut bersama-sama Yesus menghakimi dua belas suku Israel :

    .. sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Injil Matius 19:28

    Jadi Yesus hanya menghakimi orang-orang dari Israel saja, Yesus tidak bertanggung jawab terhadap orang-orang non Israel di seluruh dunia ini.

    Menurut Alkitab, hanya 144.000 orang yang akan masuk syurga :

    Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. Wahyu 7:4

    Dari 144.000 orang yang dijamin masuk syurga tersebut adalah dari dua belas suku Israel yang masing-masing suku mendapat jatah 12.000 :

    Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan,
    dari suku Ruben dua belas ribu,
    dari suku Gad dua belas ribu,
    dari suku Asyer dua belas ribu,
    dari suku Naftali dua belas ribu,
    dari suku Manasye dua belas ribu,
    dari suku Simeon dua belas ribu,
    dari suku Lewi dua belas ribu,
    dari suku Isakhar dua belas ribu,
    dari suku Zebulon dua belas ribu,
    dari suku Yusuf dua belas ribu,
    dari suku Benyamin dua belas ribu. Wahyu 7:5-8

    Dua belas suku Israel tersebut adalah definisi secara lahiriah, memang betul-betul orang Israel secara fisik, bukan Israel secara Rohani. Jadi menurut ayat tersebut, orang-orang non Israel tidak ada jaminan masuk syurga. Dalam ayat yang lain disebutkan bahwa pintu syurga yang tersedia, sudah tertulis nama-nama suku Israel :

    Trims

    • Terima kasih atas copy paste_nya.

    • Apakah anda termasuk yang di metraikan itu ? tentu tidak saudaraku.

      kami ingin mengkaji bahwa dalam Alkitab disebutkan pengikut Yesus yang akan masuk sorga hanyalah 144.000 orang saja, itupun hanya dari orang-orang Israel saja, selain dari orang-orang Israel tentu Yesus tidak mau bertanggung jawab. Ini menurut Alkitab.
      Melihat angka hanya 144.000 yang akan masuk sorga dari pengikut Yesus tentu memberikan tanda tanya besar, bagaimana dengan orang-orang Kristen yang jumlahnya dua milyard lebih di dunia saat ini. Apakah mereka akan masuk sorga ? seperti keyakinan mereka ?
      =>Buku Wahu fatsal 7:1-8 hanya mengatakan bahwa jumlah yang telah dimeteraikan itu ada sebanyak 144,000 orang, tidak mengatakan bahwa hanya sejumlah itulah orang yang akan masuk surga dan hanya dari suku bangsa Israel.
      Tetapi, cobalah mas perhatikan Wahyu 7:9 yang berbunyi: Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.
      Mari perhatikan dengan baik: Tempat berkumpulnya orang banyak itu lebih mengarah ke surga, dan jumlah orang itu tidak terhitung jumlahnya dan teridiri dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa.
      _________
      Menurut Alkitab, yaitu kitab yang mereka bawa-bawa tiap minggu ke gereja, tidak ada satupun pintu sorga yang akan menerima mereka, 12 pintu sorga yang dikisahkan dalam Alkitab hanya diperuntukkan bagi 12 suku Israel, karena pintu-pintu itu telah bertuliskan nama-nama 12 suku Israel, jadi bagaimana nasib pengikut-pengikut Yesus dari luar suku Israel yang tentu saja berharap masuk surga ?
      =>Samasekali tidak ada keterangan dalam alkitab bahwa tidak satupun pintu sorga akan menerima orang selain dari duabelas suku bangsa Israel.
      Memang pintu gerbang kota itu diberi nama dari duabelas suku bangsa Israel, dan itu berarti bukan hanya bangsa Israel yang boleh masuk ke situ, tetapi semua orang yang kehidupannya telah dibenarkan. Kalau menurut Kristen, kehidupan seseorang itu dibenarkan oleh kebenaran Yesus, bukan karena telah dibersihkan dalam neraka. Neraka dalam kekristenan sudah bersifat final, tidak ada lagi surga bagi orang yang sudah masuk neraka.
      Didalam pemberian nama, kalau nama yang akan diberikan adalah dari nama nama yang sudah ada, tentu harus dipilih nama yang cocok. Karena banyak nama yang tersedia, tentu tidak semua nama yang akan terpakai. Benar bukan, mas MBMK? Karena bangsa Israel adalah bangsa pilihan dan mereka terdiri dari duabelas suku sesuai dengan jumlah pintu gerbang kota itu, wajah toh, kalau nama itu yang dipilih?
      _____________

      Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Injil Matius 15:24
      =>Mas MBMK,
      Salah satu kesombongan bangsa Yahudi pada jaman dulu, adalah: tidak mau bergaul dengan bangsa bangsa disekitarnya, karena bangsa bangsa itu adalah penyembah berhala. Ada semacam tembok penghalang yang diciptakan bangsa Yahudi kepada bangsa bangsa disekitarnya.
      Tujuan Yesus membawa murid2Nya ke daerah ini (Sidon dan Tirus) adalah untuk merubuhkan penghalang itu dari pikiran murid2 itu, bahwa kelepasan itu adalah untuk seluruh bangsa, kaum,suku, dan bahasa seperti yang tertulis dalam Wahyu 7:9 yang sudah kita bahas.
      Perhatikanlah reaksi dari murid-murid itu, mereka meminta Yesus agar mengusir perempuan yang minta tolong itu hanya karena perempuan itu adalah perempuan dari bangsa Kanaan.
      Maka, untuk menemplak pemikiran yang dangkal dan picik dari murid murid itu, Yesus menjawab: Aku diutus hanya kepada domba domba yang hilang dari umat Israel.
      Kelihatan sepintas bahwa jawaban Yesus itu sesuai dengan kepicikan bangsa Yahudi pada umumnya dan murid-murid itu khususnya, bahwa hanya orang yang hilang dari bangsa Israel lah yang patut di selamatkan, tidak dari bangsa bangsa lain.
      Yesus mengatakan seperti itu, karena murid-murid itu masih belum mengerti sampai saat itu apa yang Yesus telah sering mengingatkan/mengatakan kepada mereka bahwa Yesus datang ke dunia ini adalah untuk menyelamatkan semua orang yang mau menerima Dia.
      Mari lihat tindakan Yesus selanjutnya, setelah menguji iman perempuan itu dengan mengatakan bahwa tidak mungkin tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak anak dan melemparkannya kepada anjing, yang dengan perngertian dari bangsa Israel selama ini bahwa tidak mungkin mengambil berkat berkat yang diperuntukkan bagi bangsa pilihan dan memberikannya kepada o rang asing yang bukan orang Israel/Yahudi.

      Setelah perempuan itu menjukkan iman yang teguh, sekalipun diremehkan dia tetap bertahan, karena itu dia tidak lagi dipandang sebagai orang kanaan, tetapi telah menjadi seorang anak dalam keluarga Tuhan. Yesus memberkati perempuan itu. Anak perempunannya mendapat kesembuhan.
      ———–
      Bahkan Alkitab mengisahkan Yesus hanya mau mendo?akan orang-orang Israel saja, orang-orang diluar Israel Yesus tidak mau mendo?akan :
      Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan Kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu Injil Yohanes 17:9
      yang dimaksud ?mereka? dalam ayat tersebut ada-lah orang-orang Bani Israel, dan yang dimaksud Yesus tidak berdoa? untuk dunia adalah Yesus tidak mau mendoa?akan orang-orang non Israel, tentu saja Yesus hanya memimpin dan mengembalakan domba-domba yang tersesat dari kalangan bani Israel.
      =>Doa Yesus yang terdapat dalam Yoh 17 itu adalah doa khusus untuk murid-muridNya karena telah menuruti firman Tuhan (7:6) dan telah mengetahui bahwa Yesus adalah Tuhan, datang dari surga (7:8). Yesus memdoakan mereka agar Tuhan memelihara mereka (7:11)
      __________
      Sebelum Yesus dilahirkan oleh Maria (Islam : Maryam), telah ada nubuat yang menyatakan bahwa Maria akan melahirkan seorang anak yang kelak akan menyelamatkan orang-orang Israel.
      ?Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Injil Matius 1:21
      yang dimaksud umatnya adalah orang-orang Israel saja, bukan orang Cina, bukan orang Amerika, bukan orang Indonesia yang akan diselamatkan oleh Yesus. Yesus memang hanya untuk Israel.
      =>UmatNya adalah semua orang yang menerima penebusan itu. Baca kembali Wahyu 7:9 itu: yang berada di tahta anak domba itu teridiri dari segala bangsa, suku, kamum, dan bahasan.
      Bagi orang yang tidak menerima penebusan itu akan dihukum. Tentu, orang terhukum bukan umat Nya, melainkan umat setan.
      ______________

  4. (=>Nama Kristen juga tidak dianjurkan untuk digunakan oleh Yesus. Nama itu mula mula muncul adalah sebagai nama ejekan bagi orang orang yang mengikut Kristus.)

    Agama kristen itu tidak ada, Yesus itu beragama islam.
    Yesus tidak pernah memproklamirkan dirinya agama kristen.
    mana dalilnya bahwa Yesus beragama kristen/katolik ?

    • Mr. DT: Agama kristen itu tidak ada, Yesus itu beragama islam. Yesus tidak pernah memproklamirkan dirinya agama kristen.mana dalilnya bahwa Yesus beragama kristen/katolik ?

      Agama kristen itu tidak ada
      =>Pekerjaan memberitakan Injil keselamatan yang dilakukan oleh murid-murid Yesus setelah mereka mendapat kecurahan Roh Kudus, langsung mendapat reaksi keras dari para pemimpin agama Yahudi. Akibatnya, banyak diantara mereka yang melarikan diri keluar dari Israel, diantaranya ke Anthiokia. Di kota Anthiokia inilah para pengikut Kristus itu diejek sebagai pengikut Kristus dan dipanggil/disebut sebagai Kristen.

      Kegiatan keaagamaan yang mereka lakukan sama dengan kegiatan keagamaan yang telah dilakukan oleh bangsa Yahudi secara turum temurun. Perbedaannya, mereka tidak lagi melakukan upacara korban bakaran/korban sembelihan, karena upacara itu hanyalah melambangkan pengorbanan yang telah dilakukan oleh Yesus. Upacara penebusan yang secara simbolis telah dilakukan selama ribuan tahun, telah digenapi dengan korban yang sesungguhnya, yaitu pengorbahan Yesus Kristus.

      Dengan tidak berlakunya lagi upacara korban bakaran/sembelihan, maka, inti dari perbaktian adalah: Menerima penebusan yang telah dilakukan oleh Yesus, dan menyatakannya dengan melakukan segala ketentuan yang telah digariskan oleh Yesus untuk dilakukan didalam kehidupan sehari hari: Mengasih Tuhan dengan segenap jiwa, dan mengasih sesama menusia sama seperti diri sendiri.Itulah hidup dan kehidupan kekristenan.

      Dari itu, pernyataan mas DT yang mengatakan bahwa agama Kristen tidak ada, tidaklah mendasar.
      —-
      Yesus itu beragama islam.
      =>Saya tidak mengerti mengapa mas DT mengatakan seperti itu. Bukankah agama Islam itu, yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW ada setelah ratusan tahun setelah agama Kristen ada?

      Kalau yang anda maksudkan dari segi pengertian Islam yang adalah penenyerahan sepenuhnya kepada Allah,maka penyerahan sepenuhnya dari Yesus sebagai manusia kepada TuhanNya tidaklah penyerahan ala agama Islam setelah dibawakan oleh Nabi Muhammad SAW, tetapi ala Yahudi.
      ________
      Yesus tidak pernah memproklamirkan dirinya agama kristen.
      =>Tepat sekali, mas DT, karena sewaktu Yesus berada di Bumi ini, agama Kristen belum ada.

      salam

  5. Domba Tersesat

    Mana juga dalilnya kalau Yesus beragama Islam? Jangan mimpi. . . .

  6. @ Triani Dan Hh..
    Saya membaca di blog mas edy Prayitno….
    berdialog Gilang Purama dengan Arifin siagian ….saya copy paste nih…..

    @ Saudaraku Arifin yang budiman…………….yang berhati mulia.

    Saya ingin bertanya kepada Saudaraku Arifin………
    Agama Yesus itu apa ? Tolong dijawab !!!
    Jika Yesus beragama katolik, mana dalilnya ? Tolong dijawab lagi ok !!!
    Ini menyangkut para nabi-nabi.
    kapan Yesus memproklamirkan dirinya beragama Katolik? Jika dinyatakan, Yesus beragama Kristen Protestan, lebih tidak masuk akal lagi, Sebab, Protestan lahir pada abad ke-16, saat bergulirnya pergerakan Reformasi gereja yang dimotori oleh Martin Luther dan John Calvin.

    Saudaraku Arifin, Pendeta Yosias Leindert Lengkong dalam buku Bila Mereka Mengatakan Yesus Bukan Tuhan menyebutkan, istilah “Kristen” muncul di Antiokhia pada 41 Masehi. Dan, yang mengucapkan kata “Kristen” atau “Kristianos” bukan murid Yesus atau orang terpercaya, tapi justru orang-orang luar (hlm.77). Pendapat ini cukup beralasan, karena dalam Alkitab, Yesus tak pernah bersinggungan dengan kata “Kristen”.

    Kata ini, muncul pertama kali di Antiokhia setelah Yesus tidak ada. (Lihat Kisah Para Rasul 11:26). Jelaslah, Yesus tak beragama Kristen, baik Katolik maupun Protestan. Riwayat penyebutan “Kristen” tidak mempunyai asal-usul dan persetujuan dari Yesus. Label dan penamaan Kristen diberikan pada pengikut (agama) Yesus. Setelah bertahun-tahun Yesus tidak ada. sudah mati disalib oleh ciptaannya sendiri, menurut keyakinan saudara Arifin.

    Allah SWT sendiri. Dalam al-Qur’an disebutkan, satu-satunya agama yang diridhai Allah hanyalah ISlam (QS Ali Imran: 19,85,102). Karenanya, semua Nabi beragama Islam dan pengikutnya disebut muslim (QS Ali Imran:84). Islam telah diajarkan oleh paran Nabi terdahulu (QS al-Hajj:78). karena Isa Almasih adalah Nabi Allah, maka dia dan pengikutnya (Hawariyyun) pun beragama Islam (QS al-Maidah:111, Ali Imran :52).

    Islam tak mengklaim sebagai agama baru yang dibawa Nabi muhammad ke Jazirah Arabia, melainkan sebagai pengungkapan kembali dalam bentuknya yang terakhir dari agama Allah SWT yang sesungguhnya, sebagaimana ia telah diturunkan pada Adam dan Nabi-nabi berikutnya.

    Satu-satunya kitab suci di dunia yang mengungkapkan agama Yesus, hanya al-Qur’an. Al-Qur’an menyebutkan, Nabi Isa sebagai Muslim, sedangkan Bibel tidak menyebutkan Yesus beragama Kristen atau Yahudi. Kok, berani-beraninya Paulus mengklaim bahwa Yesus beragama kristen.
    Kalau Saudara Arifin mengatakan nabi penyesat, Yesus juga seorang nabi. bukan Tuhan !!!
    Yang jadi penyesat itu sebenarnya ialah rasulmu si Pulus eh Paulus.
    Yesus berdoa dengan mengadahkan dengan kedua tangannya dan bersujud. Tapi kenapa……
    Paulus berdoa sambil nyanyi-nyanyi, gak apa-apa yang penting jangan lagu dangdut, kalau lagu dangdut bisa-bisa jemaatnya berdoa sambil bergoyang……heheheheheheh…….

    itu saya copy dari blog mas edy prayitno kalau gak percaya coba cek kesana.

    • Saya menjadi sangat bingung, siapa yang mengatakan kepada kalian (sdr. Edy Prayitno, sdr. Domba tersesat,dll) bahwa Yesus beragama Katholik atau Protestan?

      Mas menulis: Kok, berani-beraninya Paulus mengklaim bahwa Yesus beragama kristen.
      =>Bolehkah mas menunjukkan kapan dan dimana Paulus mengklaim seperti itu?

      Sebagai orang Yahudi, Yesus tentu beragama Yahudi. Inti peribadatan agama Yahudi adalah mempersembahkan korban bakaran/sembelihan kepada Tuhan, dimana pengorbanan itu adalah memlambangkan pengorbanan Yesus untuk menebus manusia dari kutuk dosa.

      Karena pengorbanan yang sesungguhnya telah dilakukan; Yesus sudah mati di kayu salib dan sudah bangkit pada hari yang ketiga, maka upacara upacara korban persembahan itu tidak perlu lagi dilakukan. Maka peribadatan selanjutnya adalah pengakuan kepada pengorbanan Yesus.

      Sebagai pertanda bahwa seseorang itu telah mengakui Yesus sebagai Juruselamatnya, maka seseorang harus melakukan KASIH. Mengasihi Tuhan dengan melakukan segala perintahNya, dan mengasihi sesama menusia sama seperti diri sendiri dengan jalan saling mengasihi dan saling menolong.
      —–
      Adalah tepat apa yang pendeta Yosias Leindert Lengkong telah tulis dalam bukunya tersebut. Orang orang yang mengakui Yesus sebagai Juruselamatnya disebut sebagai pengikut Yesus, dan pengikut-pengikut Yesus inilah yang panggil orang sebagai Kristen yang artinya adalah pengikut Kristus.

      Jadi, adalah sangat jelas bahwa bukan karena Yesus beragama Kristen sehingga para pengikutNya dipanggil sebagai Kristen, tetapi oleh karena mereka adalah pengikut Kristus.
      ________

      Kalau menurut QS Ali Imran: 19,85,102 bahwa Allah SWT mengatakan satu-satunya agama yang diridhai Allah hanyalah ISlam, silakan mengimaninya, mas.

      Bagi saya sangat sulit menerima akan hal tersebut, karena Alkitab mencatat dengan seksama bahwa ibadah manusia kepada Tuhan sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa adalah melakukan korban persembahan kepada Tuhan sebagai lambang dari pengorbanan yang sesungguhnya akan dilakukan. Dengan upacara pengorbahan itu, pengorbanan penebusan manusia dari kutuk dosa telah dilakukan secara simbolis, agar orang orang yang hidup sebelum penebusan sesungguhnya dilakukan dapat selamat.

      Dari catatan sejarah yang terdapat dalam alkitab tersebut jelaslah bahwa PENGORBANAN YESUS DI KAYU SALIB untuk menebus manusia dari kutuk dosa telah dilaksanakan secara simbolis/lambang, telah dinubuatkan, dan telah dilaksanakan.

      Tetapi, tiba tiba AQ datang menyangkal hal itu dan mengatakan bahwa penebusan itu tidak ada sama sekali. Manusia tidak perlu ditebus.

      Dari semua nabi nabi yang dicatat dalam Alkitab, tidak seorangpun yang tidak melakukan korban sembelihan/bakaran tersebut. Hal ini berarti bahwa mereka telah mengimani akan pengorbanan Kristus. Mengapa tiba tiba AQ mengatakan bahwa semua nabi nabi itu adalah Islam? Karena Islam menyangkal adanya penebusan, sementara nabi nabi mengimani penebusan. Suatu hal yang bertentangan bukan?

      salam

  7. Sory mas Hh….

    Yang saya copy paste itu, bukan perkataan saya melainkan perkataan Gilang Purnama,
    nih saya kasih link nya.
    http://edyprayitno.wordpress.com/2010/01/14/allah-berubah-menjadi-yesus-adakah-dasarnya/

    Saya bingung apa yang anda katakan, katanya Yesus beragama Yahudi, tapi kenapa umatnya beragama kristen termasuk anda.
    Apakah itu tidak bertentangan ?

    Sedangkan orang Yahudi sendiri, sampai detik ini tidak mengakui Yesus sebagai nabi apalagi sebagai Tuhan.

    Dan masalah Korban, saya lihat sampai sekarang umat islam masih memegang kuat tradisi korban. di hari raya iduladha.

    Banyak yang anda katakan mengenai penebusan, penebusan untuk apa ?
    Yesus sendiri tidak pernah mengatakan bahwa dirinya harus di korbankan untuk menebus dosa.
    itu cuma akal-akalan anda sendiri, anda hanya berasumsi saja, dan seenak udel dewek.

    • @domba

      itu karena Anda gagal membedakan antara Yahudi sebagai agama dan Yahudi sebagai “suku”,
      dan juga gagal membedakan apa itu Kristen dan apa itu orang Kristen

  8. Oh iya bener… ternyata memang dimoderasi.
    Takutkah akan komentar saya?

  9. […] CATATAN BAGI AJARAN SANG GURU Posted on 5 May 2010 by Triani Isi artikel bisa dilihat di sini. This entry was posted in Kristen. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS […]

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: