VII. YESUS ITU FIRMAN ALLAH? APA TAFSIRNYA?

Telah disebutkan didepan satu gelar yang dikenakan kepada Yesus, yaitu “Firman” , Sering ini dikenal sebagai Sabda, Kalam, atau Kalimat Allah. Dalam Injil Yohanes 1:1 dan 14 ditegaskan bahwa Firman Allah itu (sejak semula) adalah bersama-sama dengan Allah dan adalah Allah. Firman (Kalam/ Kalimat Allah) itu turun/nuzul kedunia menjadi manusia Yesus. dan tinggal diantara manusia, Ketika itulah sesuatu yang tidak terbatas (Firman) harus menjadi terbatas didunia yang terbatas. Namun “pembatasan” ini tidaklah menghilangkan atau menggantikan potensi ZatNya yang ilahi, melainkan “terselubung sementara” (pentabiran) atas unsur-unsur keilahian tertentu yang memang tidak mutlak dibutuhkan untuk diperankan dalam misiNya kedunia Ia misalnya “tidak bisa” serentak ada di Yerusalem dan di Nazaret atau “tidak tahu” hari kiamat. atau “tidak tahu” berbahasa Arab dll. Bahkan kita dapat pula menunjuk bahwa Allah sendiri juga “menyelubungkan” Sifat-Sifat ilahi tertentu dari pemahaman manusia didunia ini. Misalnya sifat Maha Adilnya Allah!

Keadilan Allah itu masih terselubung
Dunia tidak mempunyai cara untuk membuktikan Allah itu Maha Adil seperti yang diinginkannya. Sampai saat inipun Allah sepertinya tetap “diskriminatif”, membedakan nasip anak raja yang penuh dengan kelimpahan, dibandingkan dengan si-anak gembel dan cacat buta-tuli-lumpuh dan yang terlahir kembar-siam, atau anak miskin yang lahir di kolong jembatan!.
Kemaha-adilan Allah tidak betul-betul bisa diperlihatkan Allah dalam karyaNya di bumi ini. Namun “keadilan yang terselubung” ini tidak menjadikan Allah tidak Maha-Adil, atau menjadikan Dia bukan Allah.
Saatnya akan tiba, ketika batas pengelihatan kita akan menjadi tak terbatas sehingga akan tersingkap bahwa Tuhan itu sungguh MAHA-ADIL bagi semua makhluk! Dan itu akan dibuktikanNya pada Hari Penghakiman di akhir zaman oleh Tuhan kita Yesus Kristus.

Begitu pula dengan perselubungan keilahian Yesus, dimana perselubungan ini bukanlah suatu pelenyapan, melainkan “non-aktif sementara”, karena memang tidak mutlak diperlukan dalam misiNya di bumi yang terbatas ini. Keilahian Yesus tidak pernah hilang karenanya.

Jadi, ketika inkarnasi Allah menjadi manusia, maka selalu ada unsur-unsuar keilahian yang ditabirkan (diselubungkan) dalam diri Yesus Kristus. Sebaliknya, selalu ada pula unsur-unsur insani yang ditambahkan kepada keilahianNya, seperti : Ia bisa merasa haus, lapar, lelah/letih, sedih, terharu dll. Sehingga Yesus dalam inkarnasi-Nya ini adalah betul-betul manusia sejati, kecuali dia tanpa berdosa (Ibrani 4:15; dan lihat potensi Maha-hadir Yesus di bawah ini) :

Yesus Kristus Sang Firman, ataukah terjadi karena firman?

Mari kita membahas 2 perkara yang sering disalah-salahkan terhadap Yesus selaku Sang Firman.

Pertama. Jangan salah, bahwa Firman bukanlah sekedar firman, bukan bunyi-bunyian wahyu dalam kata-kata, melainkan Sang Firman, “Aku-nya Firman” (“Penyebab/ Pembicara firman”)! Karena Firman adalah sosok keseluruhan firman, maka kita melihat bahwa setiap firman/ ucapan Yesus adalah wahyu, adalah Injil. Sang Firman/Kalimat selalu mengalirkan setiap kalimat Allah dari diriNya. Yesus bukan seperti nabi lainnya yang sesekali saja (secara berkala) menerima wahyu sambil menyisakan banyak saat-saat lainnya yang tidak mendapat wahyu (kosong wahyu). Yesus adalah Firman yang telah disosokkan (The Word personified). yang senantiasa berwahyu! Itulah sebabnya tidak ada orang yang mampu menunjukkan kapan dan bagaimana Wahyu Allah itu diturunkan Allah kepada Yesus; bertahap? Sekaligus? Lewat Gabriel? Langsung? Atau bagaimana?

Tetapi para skeptis terobsesi menolak Yesus sebagai Sang Firman. Mereka memelintirnya secara amat bengkok sehingga kehilangan obyektifitasnya terhadap Yesus.
Firman/ Kalimat Allah yang jelas-jelas dimaksudkan sebagai entitas (sosok eksistensi), telah digeser keluar dari norma-norma penafsiran biasa, beribah menjadi “satu proses kuasa suara Allah” yang menghasilkan Yesus (dalam janin) melalui kalimat “JADILAH”. Padahal di lain pihak Sang Firman/ Kalimat Allah itu dipahami sebagai azaz, ide, gagasan, sebab dan pernyataan hakiki dan kekal, dengan kebesaran cakupan yang tak terbatas, Diana hukum dan perintah-perintah Allah juga “diturunkan” dari sana dan menjadi Kitab-kitab Allah. Jadi, terdapat dualisme yang serius tentang apa itu Firman/ Kalimat Allah yang digelarkan kepada Yesus Kristus. Sang Firman yang memiliki firman yang tak terbatas, kini terkesan disempitkan dan diidentikkan oleh penafsir sebagai akibat (produk) dari sebuah kata-suara “JADILAH!”, Yaitu sebuah kata khusus dari mulut Allah ketika ingin menciptakan sesuatu.

Dalam sejarah penciptaan dan mujizat Tuhan. “JADILAH” selalu, jadi, final, langsung berfungsi penuh seperti yang ingin dijadikan Allah. Namun khusus disini tidak selas “jadinya” Kalimat Allah itu sampai kemana akhirnya. Para penafsir tidak berani menjabarkan apakah KalimatNya selesai menajdi “janin” saja (dan seterusnya diproses secara alamiah dalam rahim Maria, bukan lahi bagian dari mujizat “jadilah”), ataukah menjadi manusia utuh Yesus mirip kasus Adam (yang satu pendewasaan melewati prises embio dan kelahiran; yang lain secara instant).

Tetapi yang paling penting dipertanyakan bukanlah produknya, melainkan KalimatNya. Kita bertanya sederhana, setelah kalimat “JADILAH” itu diucapkan, apakah Kalimat-Nya selesai berfungsi dalam diri Yesus seperti halnya pada kasus Adam? Ataukah justru “JADILAH” itu adalah bagian dari yang selalu melekat dan aktif dalam diri Yesus sebagai Sang Firman? Bila KalimatNya selesai “menjadi” (lalu lenyap dari diri Yesus seperti halnya Adam), tentu Yesus tidak bisa selalu berwahyu atau bermujizat kecuali menunggu wahyu baru/ Kalimat itu diturunkan kembali di lain waktu. Namun diamanapun, para pembaca Injil tidak mendapati satu ucapan yesus yang non-wahyu!. Bahkan kalimat “JADILAH” itulah yang selalu melekat pada diri Yesus dalam setiap mujizat yang dilakukanNya! Tidak percaya? Kita petik 3 contoh saja disini :

“Yesus menjamah mata mereka (yang buta) sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu. ‘” Maka meleklah mata mereka (Matius 9:29).

“Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: ‘Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendakiDan seketika itu juga anaknya sembuh.” (Matius 15:18).

“Lalu Yesus mengulurkan tanganNya. menjamah orang itu. dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir. ‘” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya” (Lukas 5:13)

Yesus. Sang Firman senantiasa berfirman I Dialah .. Aku-Kalimat-Allah ,. (entitas, sosok .. , penyata/ pemilik’) yang mencakup segala Kalimat termasuk Kalimat-Cipta (Creating Word) “JADILAH” . Kalimat Cipta bukan sekedar suara atau bunyi yang selesai dan tidak berfungsi setelah diucapkan. la hidup dan terus berdaya dalam Firman yang hakiki, kekel. menghidupkan, dan tak terbatas. Yesus berkata dalam
otoritas ilahi:
“Langit dan bumi akan berlalu. tetapi perkataanKu tidak akan berlalu “.
“Orang-orang mati akan mendengar uara Anak Allah (Yesus). dan mereka yang mendengarnya, akan hidup” (Yohanes 8:51)

Kenapa hanya Yesus saja?
Akibat dari tafsiran yang hanya bertujuan untuk mengalihkan Yesus sebagai Sang Firman. kini para pengkritik harus menjawab pula kenapa hanya kepada Yesus saja Allah memberiNya gelar Firman Allah/ Kalimat AlIah/ Kalam Allah? Kenapa gelar tersebut tidak dikenakan juga kepada Adam, Hawa, dan nabi semuanya yang tercipta dari “Kalimat Allah” yang sama: Jadilah! Adakah Allah lalai memberikan gelar ini kepada yang selainnya?

Kedua. Para sinis lidak tahan melihat supremasi Yesus sebagai Sang Firman yang mampu berfirman non-stop, dan berfirman “Jadilah!” Itu akan berarti Yesus seperti Tuhan. berkuasa mencipta. Namun Injil meneguhkan bahwa Firman itu (yang menjadi manusia Yesus) memang adalah Pencipta! la bukan hanya berurusan dengan pengajaran atau pemberita wahyu. tetapi sebagai Sang Kalimat, la yang Pemilik-Kalimat adalah pula sekaligus Pelaksana Kalimat (teladan melakukan apa yang diajarkanNya) dan Pelaku Kuasa Kalimat. yaitu melakukan mujizat-mujizat terbe ar lewat Creating Word (Firman yang berdaya cipta) ‘”JADILAH” Itu sebabnya Yesus berkuasa mencipta roti dan Ikan, dan JADILAH roti dan ikan dalam skala yang spektakuler. Ia mencipta anggur dari air. dan JADILAH anggur! Ia mencipta kehidupan dari benda mati. la mencipta manusia hidup dari bangkai Lazarus dan JADILAH Lazarus! Dan Dia pula yang mengihidupkan dmNya dan kematian ala dunia menan¬dakan bahwa ia tidak takluk dibawah kodrat alam.

Namun dalam hal inipun para sinis tidak mengambil hikmahNya. melainkan terus menyanggah Yesus demi mengkerdl,l.kanNya. Kali ini mereka menggagaskan bahwa mujizat Yesus itu terjadi bukan karena Yesus melainkan karena diperkuat oleh malaikat Jibril dan diizinkan Allah untuk terjadinya. Mereka lupa. bahwa malaikat manapun tidak punya kuasa untuk mencipta Hanya Allah yang berotoritas mencipta (Yohanes 1:3 Mazmur 33:9. Yesaya 45: 12 dll). Jadi, bagaimana malaikat dapat memperkuat mujizatNya? Dalam bab berikut ini kita akan membahas topik “Adakah Yesus Maha Kuasa ? Disitu Anda akan melihat bahwa Yesus bermujizat mencipta atas kemauanNya sendiri. Itu bukan hasil perizinan (atau tidak-izin) dari Allah sebab Firman selalu menyatu dengan Allah, dalam segala perkataanNya dan segala perbuatanNya …..

Akhirnya, kita akan selalu melihat. bahwa kepada Yesus tidak pernah diturunkan suatu wahyu/ Kalimat Allah. yang terpisah dari diriNya (bertahap ataupun sekahgus). karena la-lah Sang Wahyu/ Kalimat Allah sendiri yang memang melekat dalam diriNya
Dalam Yohanes 14: 10b. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:
”Apa yang Aku katakan kepadamu tidak Aku katakan dari diriKu sendiri. tetapi Bapa. yang diam didalam Aku. Dialah yang melakukan pekerjaanNya.”

Ini adalah pernyataan yang dalam. dan harap dicamkan bahwa apabila Yesus berkata. itu adalah pekerjaan Allah yang diam didalam diriNya! Kita tadinya berharap bahwa Yesus akan berkata: “Bapa berkata-kata melalui Aku” Tetapi ternyata la berkata lain, dan itu pasti membungkamkan mulut para pengkritik. Ia berkata: “Bapa yang diam didalam Akulah yang melakukan pekerjaan-pekerjaanNya.” Jadi kata-kata Yesus adalah total pekerjaan Allah, ini adalah pesan khusus Yesus kepada para muridNya. dan kini kepada semua kita, agar kita memperlakukan setiap ucapanNya secara serius, sebab ketika Yesus berkata, maka Allah berkata!

Satu Tanggapan

  1. [...] ITU FIRMAN ALLAH APA TAFSIRNYA Posted on 5 May 2010 by Triani Isi artikel ada di sini. This entry was posted in Kristen. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS [...]

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: