IV. WARTA MALAIKAT GABRIEL YANG OTENTIK TENTANG YESUS

Aneh tapi benar, kedatangan dan kelahiran Yesss kedunia telah mengundang begitu banyak jenis saksi mata. Dan para undangan ini tidak satupun diundang secara tidak-khusus atau diluar tuntunan Allah dan kuasaNya. Mereka berturut-turut adalah Gabriel dan diteruskan kepada Maria, Yusuf, Elisabet dan suaminya imam Zakharia. Juga dipersaksikan oleh sejumlah besar malaikat bala tentara sorga, dan diteruskan kepada para gembala. Bahkan Allah lewat kuasaNya menuntun orang-orang asing, yaitu para majus dari negeri Timur untuk melihat sendiri keberadaan AnakNya. Tidak cukup dengan itu, Roh Kudus masih melibatkan Simeon dan nabi perempuan Hana yang sudah amat lanjut usianya untuk turut menjadi saksi mata tentang Sang Anak. Ini memberi kita banyak bahan untuk menyelidiki dan memahami sosok Yesus seperti yang mereka saksikan. Cukuplah disini kita membahasnya dari nara-sumber yang paling kaya, yaitu dari Gabriel, utusan Allah yang khusus untuk berbicara tentang kedatangan Sang Anak. Sekarang mari kita simak ke 6 nama Isebutan yang diberikan Allah kepada Anak ini lewat Gabriel, agar dapat menjawab dengan yakin dari mana datangnya Yesus secara asali. Keenam nama/ sebutan bagi Anak ini samasekali bukan bikinan dan akal-akalan manusia. Bukan pula pemberian dari bapak-ibu atau paman dan kakek. Semuanya justru berunsurkan keilahian, yang diberikan oleh Allah sendiri, disampaikan oleh Gabriel, dikenakan kepada Sang Anak, disaat menjelang dan pada hari kelahiranNya yang ajaib! Tidak seperti manusia, Allah tidak main-main dengan harapan bagi setiap nama/gelar yang berasal dari mulutNya. Itu bukan nama yang diseyogyakan Allah mudah-mudahan akan terjadi, melainkan akan sangat konsekwen mencerminkan hakekat, keberadaan, dan fungsinya untuk apa seseorang itu dinamakan.

1. Malaikat menyampaikan nama Yesus.

Tidak ada nama manusia yang diberikan Allah langsung kepada kedua orang tua sang anak. Namun nama Yesus telah diberikan Allah lewat Gabriel diteruskan kepada Maria: “Hendaklah engkau menamai Dia Yesus”. Dan diulangi sekali lagi kepada Yusuf tunangannya, “dan engkau akan menamakan Dia Yesus” (Luk. 1:31, Mat.1:21). Nama ini berarti “Allah Juru Selamat”; jelas suatu nama keilahian yang berperan bagi penyelamatan umat manusia.

2. Malaikat menyampaikan gelar Kudus (Yang Kudus)

Ini bukan kudus dalam istilah etika umum, semacam saleh, bersih, takut akan Allah, dekat dengan Allah dll. Melainkan kudusnya Allah, Sang Kudus, suatu sifat yang penuh misteri, tanpa dosa dan tanpa berbuat dosa, yang hanya berasal dari Zatnya Allah sendiri. Lebih jauh, Sang Kudus sebagai pusat kekudusan juga mampu dan siap mengkuduskan orang-orang yang dengan sepenuh hatinya meminta pengampunan kepadaNya. Gelar dengan hakekat ini tidak pernah bisa disandangkan kepada manusia. Hanya Tuhanlah yang kudus dari diriNya, dan tak satupun manusia itu kudus. “Kekudusan” manusia hanyalah perolehan, dalam batas-batas tertentu.

3. Malaikat menyebutNya Juru Selamat

Gelar ini isampaikan dua kali, kepada Yusuf dan kepada para gembala:
“karena Dia-lah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka”
“Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat” (Matius 1:21, Lukas 2: 11). Suatu gelar yang paralel menegaskan ulang peran dan makna Yesus, yaitu ‘Allah Juruselamat’. (lihat artikel nama-yesus-vt52.html#p115 )

Gelar ini menantang setiap orang Yahudi (maupun kita semua) untuk bertanya :
“Apakah seseorang yang ‘kurang dari Allah’ dapat menyelamatkan umatNya?”

4. Malaikat menyampaikan gelar Kristus (yaitu Sang Mesias, atau Al-Masih)

yang telah dinubuatkan Musa dan para-nabi tentang kedatanganNya sebagai Raja Penyelamat. Bila mesias-mesias adalah para raja dan imam yang secara tradisionil dimeteraikan dengan pengurapan minyak suci, maka Sang Mesias secara revolusioner diurapi dengan Roh Kudus (Lukas 4: 18, 21). Bila para nabi membaptis dengan air, Dia akan membaptis umatNya dengan Roh Kudus (Yohanes 1:33). Didalam diri Kristus (Mesias atau Al-Masih), Roh Kudus berada dan berkarya penuh, dan menjadi Pemimpin Agung bagi umatNya (Matius 23:10).

Artikel terkait :
YESUS SANG MESIAS, di yesus-sang-mesias-vt577.html#p1176

5. Malaikat menyebutNya Tuhan

Gelar Rajawi semesta alam, didunia dan diakhirat, dengan kuasa yang tidak terbatas dan kekal, karena “KerajaanNya tidak akan berkesudahan” (Lukas 1:33). Secara ajaib, ini telah pula dirujukkan dalam kitab Yesaya 9:5, dan 6, bagi satu sosok ANAK yang mempunyai suatu “lambang pemerintahan” diatas bahuNya …. dengan kekuasaan besar, damai sejahtera yang tidak berkesudahan … dengan keadilan dan kebenaran sampai selama-lamanya ….

Kedudukan Yesus sebagai Tuhan atas semesta alam juga diteguhkan oleh Dia sendiri (Yohanes 13:13, Matius 28:18). Dengan otoritas itulah Ia menggenapi diriNya menjadi Immanuel yang mampu menjanjikan:
“Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir jaman” (Matius 28:20).

6. Malaikat menyebutNya sebagai Anak Allah Yang Maha Tinggi.

Istilah “Anak Allah” ini disebutkan sampai 2x oleh Gabriel kepada Maria. Maksudnya amat jelas, yaitu untuk meluruskan pengertian Maria yang tadinya masih berpandangan tentang konsep anak sebagai pembuahan sex-biologis.

“Anak Allah” yang dimaksud samasekali bukan istilah insani, melainkan total rohaniah. Istilah ini tepat karena memang terjadi suatu “kelahiran” (ke-anakan), dimana Firman atau Kalimat Allah telah berinkarnasi menjadi manusia dan diam diantara kita (Yohanes 1:14). Sebagai Anak Allah, Ia berkarya untuk menyatakan diri Allah sedemikian lengkap dan sempurnanya sehingga Allah yang tadinya tidak dapat dipahami, menjadi dapat dipahami dan diikuti (dalam keteladanan dan intimitas). Itu sebabnya Yesus dapat berkata: “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yohanes 14:9).

Gelar-gelar Lain

Dibandingkan dengan siapapun didunia ini, Yesus adalah seseorang yang mendapatkan gelar dan sebutan jabatan yang paling banyak sepanjang sejarah manusia. Tak kurang dari 40 gelar dan sebutan yang sangat spesifik, dan 40 gelar dan sebutan jabatan lainnya yang telah disandangkan oleh Alkitab kepada Yesus. Diantaranya adalah nama Imanuel. Ini suatu nama keilahian yang berjajaran dengan sebutan Yesus, yang berarti “Allah Menyertai Kita “. Pemberian nama Imanuel secara tepat telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya 700 tahun sebelumnya, “Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: sesungguhnya seorang perempuan muda (gadis perawan) mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel” (Yesaya 7: 14), dan kini dipenuhi dalam Injil Matius 1:23. Nama ini mengungkapkan sifat keilahian yang merujuk kepada keberadaan, kedekatan, dan peran aktif Yesus dalam sejarah manusia disepanjang waktu.

Beberapa nama/ gelar yang lain dari Yesus adalah:

Yang Awal dan Yang Akhir,
Firman Allah,
Bapa Yang Kekal,
Pembela yang Adil,
Penasihat Ajaib,
Terang Dunia,
Kebenaran,
Kebangkitan Dan Hidup,
Allah Yang Perkasa,
Anak Domba Allah,
Raja Kemuliaan,
Raja Damai dll.

Tak ada gen-dunia yang sanggup memikul gelar-gelar kekekalan seperti ini. Alkitab mengajarkan bahwa perjalanan gen dunia adalah “dari debu kembali kedebu”. Namun Yesus yang gen aslinya kekal dari atas, akan kembali keatas lagi secara kekal. Dan itu pula yang membedakan para nabi lainnya dengan diriNya: kubur lainnya berisi jasadnya, namun kubur Yesus kosong (!) karena Ia telah bangkit dari kematian dan naik kesorga secara langsung, bukan menanti-nanti “dialam barzakh” atau firdaus seperti pada para nabi laianya, Satu hari kelak, Yesus akan datang lagi dari sorga, dan kembali kebumi sebagai Hakim Dunia. Ketika itu orang-orang semacam Farisi yang menyebut dirinya- Yesus sekedar sebagai “anak Daud” dan bukan “Tuannya Daud” akan terbalik menjadi terdakwa.

Kepada mereka setidaknya akan dimintakan pertanggungannya, “Kenapa kalian mati-matian mengharuskan Aku bukan Tuhan dan membonsai diriKu dibawah Adam, Abraham dan Musa? Padahal seluruh otoritas-ilahi membenarkan Aku Mesias, Tuhan, Anak Allah Yang Maha Tinggi?”

7 Tanggapan

  1. Thx artikelnya sister Triani.
    Tuhan memberkati.

  2. Malaikat yang mana neng?
    tidak pernah malaikat menyembah yesus sebab mereka tahu bahwa yesus itu adalah manusia saya rasa para malaikat lebih tahu dari pada kita xixixixi

    • Darimana mas bisa punya pemikiran kalau malaikat menganggap Tuhan Yesus adalah manusia? Saya rasa artikel di atas telah jelas menerangkan (baca 6 poin di atas).

  3. yesus lahir tahun berapa non???

    • Sampai saat ini belum di temukan kepastian kapan kelahiran Tuhan Yesus, karena tidak di catat. Dan ada beragam pendapat. Mungkin kalau ada waktu luang, akan saya muat dalam artikel baru.

  4. to triani

    jika anda meneliti lebih lanjut di kitab matius dan Lukas … anda pasti akan terkejut… karena bukan hanya perbedaan pendapat, tetapi ada ketidak sesuaian yang tidak bisa dikompromikan lagi antara dua kitab tersebut…

    memang tidak seorang kristenpun yang bisa menjawab dengan benar atas masalah kapan waktu kelahiran Yesus berdasarkan kitab sucinya sendiri …sebab pemberitaan kelahirannya saling bentrok dan tidak sesuai dengan time line sejarah…

    sebagai contoh… menurut Matius … Yesus lahir pada masa Herodes…

    tetapi menurut Lukas ,Yesus lahir pada masa Arkhelaus anak Herodes …

    sedangkan kalau ditelusuri lebih mendalam lagi di kitab Matius dan Lukas… maka terdapat kesimpulan bahwa Maria mengandung Yesus selama 10 tahun…

  5. […] GABRIEL YANG OTENTIK TENTANG YESUS Posted on 5 May 2010 by Triani Isi artikel ada di sini. This entry was posted in Kristen. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS […]

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: